JURANEWS.ID, SEMARANG – Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di Kota Semarang akan berdiri rumah sakit baru bernama Rumah Sakit Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Masjid Agung Semarang (MAS) di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Pembangunan rumah sakit tersebut kembali dipercepat setelah rencana proyek yang disusun sejak 2022 sempat terhenti.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Noor Achmad. Ia mengatakan pembangunan RS UNWAHAS MAS dilakukan melalui kolaborasi Yayasan Wahid Hasyim Semarang, MAJT, dan Yayasan Bondo Masjid Agung Semarang.
Menurut Prof. Noor, rumah sakit tersebut dibutuhkan untuk mendukung Unwahas yang memiliki Fakultas Kedokteran sekaligus memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Semarang, khususnya di sekitar kawasan MAJT.
“Ini adalah rumah sakit yang sangat dibutuhkan, baik oleh Unwahas maupun masyarakat Semarang,” katanya, saat tasyakuran pembangunan gedung RS pada Sabtu (8/8).
Ia menargetkan pembangunan dapat diselesaikan sekitar satu tahun, termasuk pengerjaan fisik bangunan dan pengadaan peralatan medis.
“Tahun ini, awal atau pertengahan tahun depan sudah harus operasi. Mudah-mudahan dalam satu tahun semuanya sudah selesai, baik fisik maupun semuanya, termasuk peralatan-peralatan,” ujarnya.
Investasi peralatan kesehatan rumah sakit tersebut diperkirakan mencapai Rp150 miliar. RS UNWAHAS MAS nantinya memberikan layanan umum dengan pengembangan layanan unggulan di bidang jantung dan geriatri.
Lahan yang disiapkan untuk pengembangan kawasan rumah sakit mencapai sekitar lima hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,2 hektare telah terdapat bangunan.
Sementara itu, Rektor Unwahas Semarang, Prof. Helmy Purwanto, mengatakan RS UNWAHAS MAS menjadi salah satu langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan wahana pendidikan mahasiswa Fakultas Kedokteran.
“Fakultas kedokteran harus mempunyai wahana pendidikan, salah satunya adalah rumah sakit. Ini salah satu jalan tercepat agar Fakultas Kedokteran mempunyai rumah sakit tersendiri,” kata Prof. Helmy.
Menurut dia, rumah sakit tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat pendidikan dan praktik mahasiswa Fakultas Kedokteran, tetapi juga dapat dimanfaatkan mahasiswa program studi lain seperti farmasi dan fisioterapi.
Unwahas akan mendukung operasional rumah sakit melalui penyediaan sumber daya manusia, termasuk dokter dan dosen yang dapat menunjang fungsi pelayanan sekaligus pendidikan.
Lebih lanjut, Prof. Helmy memastikan proyek rumah sakit Unwahas di Kampus 2 Gunungpati tetap berjalan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Pembangunan RS UNWAHAS MAS di kawasan MAJT menjadi alternatif percepatan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit pendidikan tanpa menghentikan proyek di Gunungpati.
Menurutnya, lokasi RS UNWAHAS MAS yang berada di kawasan MAJT juga strategis karena berada di pusat Kota Semarang dengan akses lalu lintas dan kepadatan penduduk yang tinggi.
“Rumah sakit UNWAHAS MAS diharapkan dapat menjalankan fungsi pelayanan kesehatan sekaligus pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
(*)
















Komentar