SEMARANG, JURANEWS.ID – PSIS Semarang harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Bhayangkara FC dalam laga uji coba.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan PSIS menghadapi kompetisi sekaligus ajang bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan mental, fisik, dan chemistry para pemain.
Satu-satunya gol PSIS Semarang dalam pertandingan tersebut dicetak Deri Corfe.
Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, mengatakan pertandingan uji coba tidak hanya ditujukan untuk melihat hasil akhir. Menurutnya, laga tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan pemain sekaligus membangun mental bertanding.
Widodo menegaskan tidak ingin para pemain memiliki mental inferior ketika menghadapi tim yang secara kasta kompetisi dianggap lebih tinggi.
“Di sepak bola di lapangan itu enggak ada yang namanya kasta satu, kasta dua, semua sama. Jadi mental itu yang terus saya pacu kepada pemain,” ujar Widodo.
Menurutnya, para pemain harus memiliki keyakinan bahwa ketika berada di lapangan, status kompetisi maupun latar belakang tim tidak boleh menjadi penghalang untuk tampil maksimal.
Widodo Akui Fisik Pemain Belum 100 Persen
Selain mental, Widodo juga menyoroti kesiapan fisik pemain.
Ia mengakui kondisi fisik tim PSIS belum sepenuhnya mencapai level 100 persen. Meski demikian, pelatih asal Cilacap tersebut melihat adanya perkembangan positif dalam proses persiapan tim.
“Fisik belum sepenuhnya, presentasinya 100 persen belum, tapi sudah mulai ada perkembangan yang luar biasa,” kata Widodo.
Ia juga melihat chemistry antarpemain mulai terbentuk. Komunikasi ketika bertahan maupun koordinasi di dalam permainan disebut menunjukkan perkembangan dibandingkan sebelumnya.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya PSIS menjalani pertandingan uji coba.
Menurut Widodo, laga uji coba dapat membantu tim menemukan kelemahan yang masih harus diperbaiki sekaligus mengidentifikasi kelebihan yang perlu terus dikembangkan.
“Perlunya uji coba yaitu kita untuk melihat kekurangan kita dan tentunya kelebihan kita. Kelebihannya tentu harus dipush lagi dan kekurangannya tentunya harus kita perbaiki,” jelasnya.
Pertandingan PSIS kontra Bhayangkara FC juga berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi. Beberapa insiden sempat terjadi selama pertandingan.
Widodo mengakui tensi pertandingan cukup tinggi. Namun, ia menilai situasi tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan mental pemain.
“Iya, tensinya cukup tinggi. Tapi saya tidak resah dengan itu,” ujarnya.
Meski demikian, Widodo mengingatkan pemain agar tidak mudah terpancing emosi dalam pertandingan.
Menurutnya, kemampuan menjaga emosi menjadi bagian penting dari kesiapan mental pemain, terutama ketika nantinya menghadapi pertandingan kompetitif dengan tekanan yang lebih besar.
“Yang terpenting nanti ke depannya pemain tidak terpancing dengan emosional,” tegasnya.
Widodo menambahkan bahwa evaluasi terhadap pertandingan akan dilakukan bersama tim pelatih. Peran perangkat pertandingan juga diharapkan dapat membantu menjaga jalannya laga tetap kondusif.
“Saya yakin,” kata Widodo.
Hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC pun menjadi bahan evaluasi bagi PSIS Semarang. Selain hasil pertandingan, tim pelatih akan melihat perkembangan fisik, mental, komunikasi, chemistry, serta efektivitas permainan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi mendatang.
Gol Deri Corfe menjadi salah satu catatan positif dari laga uji coba tersebut, sementara berbagai kekurangan yang terlihat di lapangan akan menjadi pekerjaan rumah PSIS untuk terus dibenahi.
(*)










Komentar