JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana pada periode 22–23 Februari 2026 didominasi oleh banjir yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Tengah.
Di NTB, banjir terjadi di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (22/2). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak akibat hujan dengan intensitas tinggi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga Minggu petang, petugas masih melakukan pendataan dan bersiaga untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan, sementara tinggi muka air dilaporkan berangsur surut.
Sehari sebelumnya, Sabtu (21/2), banjir juga melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, NTB. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan 241 KK atau 845 jiwa terdampak, dengan satu keluarga terpaksa mengungsi sementara.
BPBD Kabupaten Bima turut melaporkan kerugian material, antara lain satu unit rumah rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar. Pada Minggu malam, genangan air di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tercatat setinggi 10 hingga 70 sentimeter, sementara banjir di Desa Kawinda Na’e, Rasabou, dan Oi Panihi berangsur surut.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menerjang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (22/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas. Sebanyak delapan KK atau 31 jiwa terdampak, dan satu KK yang terdiri dari lima jiwa mengungsi ke rumah kerabat.
Kerusakan yang tercatat meliputi delapan rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan. Petugas BPBD setempat telah melakukan pembersihan pohon dan ranting yang tumbang akibat angin kencang.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Peringatan dini cuaca di NTB pada Senin (23/2) pukul 09.50 Wita menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang mulai pukul 10.00 Wita.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kota Mataram. BNPB juga mendorong masyarakat melakukan langkah antisipatif, baik melalui kesiapsiagaan keluarga maupun pemanfaatan jejaring komunikasi seperti grup WhatsApp dan radio handheld transceiver yang dikelola BPBD bersama aparat kecamatan dan desa untuk penyebaran informasi peringatan dini secara cepat dan efektif.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan dampak bencana serta mencegah terjadinya korban jiwa.
(*)









Komentar