JAKARTA, JURANEWS.ID – Bank DBS Indonesia bersama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) memperluas pilihan investasi berbasis prinsip syariah melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, reksa dana syariah offshore yang memberikan akses ke saham perusahaan global di sektor emas, perak, logam mulia, dan komoditas terkait.
Produk tersebut dapat diakses melalui Bank DBS Indonesia dengan nilai pembelian awal minimum USD10.000 atau setara dengan nilai rupiah sesuai kurs yang berlaku.
Batavia Gold Sharia Equity USD ditujukan bagi investor dengan profil agresif dan toleransi risiko tinggi yang ingin memperoleh eksposur ke pasar saham global tanpa harus membeli emas fisik secara langsung.
Kerja sama DBS Indonesia dan Batavia secara resmi diperkenalkan melalui penandatanganan simbolis serta sesi berbagi wawasan mengenai perkembangan sektor emas dan komoditas global.
Kegiatan tersebut menghadirkan Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia Boy Suhendry dan Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi.
Menurut informasi yang disampaikan, produk tersebut memiliki portofolio sekitar 56 perusahaan global yang dipilih berdasarkan sejumlah faktor fundamental, antara lain kualitas manajemen, kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, serta pengelolaan risiko.
Eksposurnya mencakup sejumlah subsektor seperti emas, perak, logam mulia, tembaga, hingga pertambangan.
Dengan denominasi dolar AS, produk ini juga memberikan eksposur geografis sekaligus tematik kepada investor yang ingin memperluas diversifikasi portofolionya.
Memasuki kuartal IV 2026, dinamika ekonomi global masih dipengaruhi perubahan ekspektasi suku bunga, nilai tukar, harga energi, serta kondisi pasar saham.
Dalam materi yang disampaikan DBS CIO, emas dan komoditas dinilai tetap memiliki peran dalam strategi diversifikasi portofolio, antara lain karena berkaitan dengan kebutuhan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, transisi energi, dan ketahanan sumber daya global.
Pada Agustus 2026, ETF emas global disebut mencatat arus dana masuk sekitar US$18 miliar, dengan total aset kelolaan mencapai sekitar US$615 miliar.
Namun, kinerja saham perusahaan emas dan komoditas tetap dapat mengalami perubahan mengikuti kondisi pasar global, harga komoditas, nilai tukar, serta perkembangan ekonomi.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan dinamika ekonomi global membuat investor perlu mempertimbangkan strategi investasi secara terukur.
“Dinamika ekonomi global mendorong investor untuk mempertimbangkan strategi investasi yang terukur. Saham di sektor emas merupakan salah satu aset yang dapat dipertimbangkan dalam diversifikasi portofolio investor dengan profil risiko yang agresif dan bertoleransi tinggi dalam menghadapi volatilitas,” ujar Melfrida.
Menurutnya, kerja sama dengan Batavia menghadirkan alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap sektor emas dan komoditas global melalui saham berdenominasi dolar AS dengan tetap memperhatikan prinsip syariah.
Nasabah Bank DBS Indonesia dapat mengakses Batavia Gold Sharia Equity USD melalui aplikasi DBS digibank.
Selain akses produk, nasabah juga dapat memperoleh layanan dari wealth specialist untuk membantu menyusun strategi investasi berdasarkan tujuan dan profil risiko masing-masing.
Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi, mengatakan produk tersebut menjadi salah satu pilihan untuk memperluas perspektif investor terhadap peluang investasi global.
“Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan kesempatan bagi investor untuk mengenal lebih jauh potensi sektor emas dan komoditas global melalui saham perusahaan terkait, dengan denominasi dolar AS,” kata Lilis.
Batavia Gold Sharia Equity USD memiliki minimum pembelian awal sebesar USD10.000 dan ditujukan untuk investor dengan profil risiko agresif serta horizon investasi relatif panjang.
Investor perlu memahami bahwa produk berbasis saham global memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga saham, perubahan harga emas dan komoditas, risiko pasar global, risiko nilai tukar, serta risiko lainnya yang tercantum dalam dokumen produk.
Karena itu, informasi mengenai karakteristik, strategi investasi, biaya, serta risiko produk perlu dipelajari sebelum investor mengambil keputusan.
Dalam kerja sama ini, Bank DBS Indonesia bertindak sebagai salah satu agen penjual, sedangkan Batavia Prosperindo Aset Manajemen berperan sebagai manajer investasi.
Kehadiran Batavia Gold Sharia Equity USD menambah pilihan instrumen bagi investor Indonesia yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan global di sektor emas dan komoditas dengan pendekatan berbasis prinsip syariah.
(*)









![Foto 2 Dalam talkshow kolaborasi menu spesial Go! Go! CURRY! bersama Chef Willgoz [Ki-Ka] - Chef Willgoz dan Sarah Merci](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Dalam-talkshow-kolaborasi-menu-spesial-Go-Go-CURRY-bersama-Chef-Willgoz-Ki-Ka-Chef-Willgoz-dan-Sarah-Merci-300x178.jpeg)






Komentar