JURANEWS.ID, PEMALANG – Program Bhabinkamtibmas Tracer Tuberkulosis (TB) Paru Polres Pemalang resmi diluncurkan di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (8/6/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanggulangan dan eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan sektor kesehatan.
Peluncuran program ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana yang didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang dr. Noor Faizah Maenofie, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” yang telah digagas di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, kasus TB di Indonesia masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka penularan.
“Melalui program ini, kami berkomitmen terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung eliminasi TB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai upaya akan dilakukan melalui peningkatan tracing kontak, edukasi masyarakat, serta pelatihan petugas di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting karena TB merupakan penyakit menular yang penyebarannya melalui droplet sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan terukur.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap gejala TB dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami atau menemukan indikasi penyakit tersebut.
Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyebut TB paru masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kejadian yang tinggi. Bahkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TB.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 28 April 2026, diperkirakan terdapat sekitar 4.620 kasus TB di Kabupaten Pemalang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.400 kasus telah ditemukan dan 1.237 kasus telah mendapatkan pengobatan.
“Artinya masih ada pekerjaan besar yang harus kita lakukan bersama,” kata Bupati.
Menurutnya, TB tidak dapat dikenali secara kasat mata sehingga diperlukan upaya tracing, pemeriksaan, dan pengobatan secara berkelanjutan hingga pasien dinyatakan sembuh.
Pemerintah Kabupaten Pemalang, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya melalui program Cek Kesehatan Gratis serta pelibatan tenaga kesehatan dan aparat kewilayahan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Anom menilai keterlibatan jajaran kepolisian dalam kegiatan tracing menjadi kekuatan besar untuk mempercepat penemuan kasus di masyarakat.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa bekerja secara solid, akurat, serta berkelanjutan. Dinas Kesehatan diminta terus melaporkan perkembangan hasil tracing maupun kendala yang ditemui di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Sosialisasi tidak boleh berhenti hari ini saja, tetapi harus dilakukan secara terus-menerus agar pemahaman masyarakat meningkat,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati mengatakan, TB paru masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, penanggulangannya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran aktif Bhabinkamtibmas di lapangan.
“Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini, memutus rantai penularan, serta mendukung target eliminasi Tuberkulosis tahun 2030,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga penguatan kapasitas petugas melalui penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian perangkat skrining.
Dengan adanya program Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru, diharapkan penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganan dan pengobatan pasien berjalan lebih optimal hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Wiji Mulyati turut mengapresiasi sinergi antara Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka kasus TB Paru di Kabupaten Pemalang,” pungkasnya.
(*)













Komentar