Bikin Mahasiswa Baru UNDIP Terkejut, Pesan Mentan Amran: Mimpi Besar Saja Tak Cukup, Harus Berani Bertindak!

Mentan Amran Sulaiman mengajak 5.155 mahasiswa baru UNDIP membangun karakter antikorupsi, berani mengambil tindakan, pantang menyerah, dan menciptakan inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat.

SEMARANG, JURANEWS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman memberikan pesan tegas kepada 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam kuliah umum yang digelar Kamis (6/8), Amran mengajak para mahasiswa atau Diponegoro Muda tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun integritas, berani bermimpi besar, serta memiliki keberanian untuk mengambil tindakan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang mengangkat tema nilai-nilai Pancasila dan budaya antikorupsi sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Pesan Sederhana dari Ibu yang Jadi Pegangan Mentan Amran

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Amran menekankan bahwa integritas bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang kuliah.

Menurutnya, integritas justru tercermin dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Amran kemudian mengenang pesan dari ibunya yang hingga kini menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan.

“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan hak sendiri,” demikian pesan yang ia kenang.

Menurut Amran, prinsip tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam membangun budaya antikorupsi.

Sebab, seseorang yang nantinya memiliki jabatan, kewenangan maupun tanggung jawab mengelola sumber daya harus memiliki karakter yang kuat.

Pengetahuan dan kemampuan profesional, kata dia, akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi kejujuran dan keberanian mempertahankan prinsip.

“Kalau karaktermu hilang, you lose everything,” tegas Amran.

Mentan Amran: Mimpi Besar Tidak Cukup

Tidak hanya berbicara soal integritas, Amran juga menantang mahasiswa baru UNDIP untuk berani memiliki mimpi besar.

Namun, ia mengingatkan bahwa mimpi dan gagasan saja tidak cukup untuk mengubah keadaan.

“Make big dream. Mimpi besar, gagasan. Tapi itu belum cukup. Take action. Bertindak. Itu belum cukup, harus persistent,” ujar Amran.

Ia mendorong mahasiswa membangun mental pantang menyerah karena kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.

Amran turut menceritakan perjalanan hidupnya yang tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah berada dalam kondisi ekonomi terbatas, bekerja sejak usia muda, serta mengalami berbagai kegagalan sebelum akhirnya mencapai keberhasilan.

Pengalaman tersebut disampaikan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak mudah menyerah dan mulai membangun kemandirian sejak berada di bangku kuliah.

Mahasiswa UNDIP Soroti Harga Beras hingga Persoalan Pertanian

Kuliah umum berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan aspirasi yang berkaitan langsung dengan persoalan masyarakat.

Topik yang muncul antara lain pupuk, irigasi, regenerasi petani, hama tanaman hingga distribusi pangan.

Salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, turut menyampaikan persoalan tingginya harga beras di wilayahnya.

Menanggapi hal tersebut, Amran langsung menghubungi jajaran terkait untuk menindaklanjuti persoalan distribusi pangan yang disampaikan mahasiswa tersebut.

Bagi Amran, ruang dialog seperti itu penting karena mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga perlu memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Amran: Kampus Punya Peran Mengubah Indonesia

Amran juga menyoroti perkembangan teknologi dalam sektor pertanian.

Pemanfaatan drone, traktor modern dan teknologi pertanian lainnya dinilai membuka peluang besar bagi generasi muda untuk ikut melakukan transformasi di sektor pertanian.

Ia berharap mahasiswa tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta inovasi yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Yang bisa mengubah Indonesia adalah kampus,” kata Amran.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, pengetahuan dan kemampuan riset yang dapat menjadi kekuatan dalam mendorong perubahan.

Rektor UNDIP Tekankan Karakter dan Prestasi

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dalam kesempatan yang sama menyambut 5.155 mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik di UNDIP.

Ia mendorong Diponegoro Muda menjadi generasi yang cerdas, tangguh, terbuka terhadap gagasan, mampu menghadapi tekanan, serta tetap berpegang pada norma agama dan aturan yang berlaku.

Suharnomo juga memperkenalkan konsep generasi COMPLETE, yakni Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya tekun menuntut ilmu, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga kepercayaan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh, meraih prestasi dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Kuliah umum tersebut menjadi bekal awal bagi ribuan mahasiswa baru UNDIP sebelum memasuki kehidupan akademik.

Pesan tentang integritas, antikorupsi, keberanian bermimpi, kerja keras dan inovasi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Diponegoro Muda.

Pendidikan tinggi, dalam konteks tersebut, tidak hanya menjadi jalan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga proses membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(*)

Komentar