JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Sabtu (14/3/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (15/3/2026) pukul 07.00 WIB. Peristiwa yang tercatat meliputi kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Utara, banjir di Kota Semarang, serta cuaca ekstrem di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Dalam siaran pers BNPB tertanggal 15 Maret 2026, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, pada Jumat (13/3/2026) sore. Kebakaran melanda lahan seluas sekitar lima hektare yang ditanami pohon kelapa sawit dan pohon karet.
Lokasi kebakaran berada di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kuala Hulu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama aparat setempat langsung melakukan penanganan di lokasi. Api dilaporkan berhasil dipadamkan pada Sabtu (14/3/2026).
Sementara itu di Jawa Tengah, hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Kota Semarang. Luapan Sungai Kreo pada Sabtu (14/3/2026) sore menggenangi permukiman warga dan menyebabkan sebanyak 303 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.
BNPB menyebut kondisi banjir di Kota Semarang saat ini berangsur surut. BPBD Kota Semarang telah melakukan kaji cepat di lokasi serta mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak. Pembersihan material sisa banjir juga direncanakan dilakukan pada Minggu (15/3/2026).
Masih di Jawa Tengah, bencana cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Pemalang pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang terjadi di Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang, dan mengakibatkan dua warga meninggal dunia.
Menurut laporan BPBD Kabupaten Pemalang, kedua korban telah dievakuasi ke rumah sakit daerah. Setelah kejadian, personel BPBD melakukan kaji cepat serta pembersihan pohon tumbang di wilayah terdampak.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta angin kencang. Untuk pencegahan karhutla, BNPB mendorong patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyiapan personel dan peralatan sejak dini.
Sedangkan untuk mengurangi dampak banjir dan angin kencang, masyarakat diminta rutin memantau prakiraan cuaca resmi, bersiap melakukan evakuasi mandiri bila hujan deras berlangsung lama, serta menghindari berlindung di bawah pohon, papan reklame, atau baliho saat terjadi angin kencang.
(*)









Komentar