BNPB Catat Karhutla di Bawen Semarang hingga Kekeringan Pemalang, Ribuan Warga Terdampak

BNPB mencatat kebakaran lahan seluas 29 hektare di Bawen, sementara kekeringan di Pemalang berdampak pada sekitar 10.764 KK.

JAWA TENGAH, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana terjadi di Jawa Tengah dalam periode Jumat (25/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Bencana yang dilaporkan meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Semarang, Grobogan dan Sragen, serta kekeringan yang berdampak pada ribuan keluarga di Kabupaten Pemalang.

Di Kabupaten Semarang, kebakaran terjadi di kawasan Bukit Mendoh, Desa Mendoh, Kecamatan Bawen, pada Kamis (24/9/2026).

Menurut laporan BNPB, api membakar sekitar 29 hektare lahan. BPBD Kabupaten Semarang mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk melakukan penanganan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Berdasarkan laporan per Jumat (25/9), api telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Grobogan. Peristiwa tersebut berlangsung di Desa Katong, Kecamatan Toroh, pada Jumat (25/9).

Sekitar 1,5 hektare lahan dilaporkan terbakar. BPBD Kabupaten Grobogan bersama tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil tangki.

Pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan dan kondisi dilaporkan aman terkendali.

Sementara di Kabupaten Sragen, kebakaran lahan terjadi di Desa Sepat, Kecamatan Masaran.

Kebakaran yang berlangsung pada Jumat (25/9) tersebut diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke area rerumputan dan bambu.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare. TRC BPBD Kabupaten Sragen bersama tim gabungan melakukan pemadaman darat dan berhasil mengendalikan api pada hari yang sama.

Kekeringan Pemalang Berdampak 10.764 KK

Selain kebakaran, BNPB juga mencatat persoalan kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Kabupaten Pemalang menjadi salah satu daerah yang terdampak. Kondisi kekeringan disebut terjadi akibat musim kemarau yang menyebabkan debit sumber air bersih menurun dan tidak mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

Kondisi tersebut telah berlangsung sejak 25 Juni 2026 dan berdampak pada sekitar 10.764 kepala keluarga (KK) di sejumlah wilayah.

BPBD Kabupaten Pemalang bersama pemerintah desa melakukan penanganan dengan menyalurkan bantuan air bersih.

Hingga Jumat (25/9), sebanyak 150.000 liter air telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Secara nasional, BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana dalam periode pelaporan tersebut, mulai dari karhutla, kebakaran TPA, kekeringan, cuaca ekstrem, angin kencang hingga banjir.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Tana Toraja, Minahasa, Parigi Moutong, Bitung dan Belitung Timur.

Di Tana Toraja, kebakaran di Desa Lembang Poton, Kecamatan Bonggakaradeng, tercatat berdampak pada sekitar 496,4 hektare lahan.

Sementara di kawasan Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Kota Bitung, area terdampak diperkirakan mencapai 4.600 hektare dan masih dalam proses pendataan.

Kebakaran juga terjadi di TPA Sumompo, Kota Manado, dengan area terdampak diperkirakan sekitar 3 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di sisi lain, bencana banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara. Sekitar 124 KK atau 479 jiwa terdampak setelah hujan berintensitas sedang hingga tinggi meningkatkan debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga.

Banjir tersebut juga berdampak pada 124 rumah, satu tanggul, satu jembatan dan satu ruas jalan nasional.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama periode kemarau, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, angin kencang dan banjir.

BNPB meminta masyarakat memperhatikan informasi dan peringatan dini yang disampaikan pemerintah maupun pihak berwenang.

Laporan tersebut merupakan perkembangan situasi dan penanganan bencana berdasarkan data BNPB untuk periode 25-26 September 2026.

(*)

Komentar