JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini situasi dan penanganan bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan data hingga Selasa (4/11) pukul 07.00 WIB, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi sejumlah wilayah, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung.
Cuaca ekstrem disertai hujan deras melanda beberapa kabupaten di Jawa Timur.
Di Kabupaten Pamekasan, hujan lebat dan angin kencang berdampak pada lima desa dan satu kelurahan di empat kecamatan. Sebanyak sembilan rumah warga, satu fasilitas pendidikan, dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan.
Petugas BPBD setempat turun membantu warga yang terdampak dan melakukan pendataan lapangan.
Sementara itu, angin kencang juga menerjang Kabupaten Nganjuk pada Minggu (2/11) siang.
Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, menjadi wilayah paling terdampak. Laporan BPBD Nganjuk mencatat delapan rumah rusak, dengan rincian dua rumah rusak berat, dua rusak sedang, dan empat rusak ringan.
Petugas segera menyalurkan bantuan serta membantu perbaikan darurat di lokasi terdampak.
Di Kabupaten Banyuwangi, angin kencang yang terjadi pada Minggu sore menyebabkan kerusakan pada 27 rumah warga.
Desa Seneporejo di Kecamatan Siliragung dan Desa Tulungrejo di Kecamatan Glenmore menjadi dua wilayah yang paling terdampak.
Tim BPBD Banyuwangi masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan pascabencana.
Peristiwa serupa juga dilaporkan di Kabupaten Malang. Angin kencang yang melanda Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, pada Minggu (2/11) menyebabkan kerusakan pada total 112 rumah warga.
Rinciannya, sembilan rumah rusak berat, 14 rusak sedang, dan 89 rusak ringan.
Meski cukup luas, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian.
Banjir juga melanda Kabupaten Jember pada Minggu (2/11) malam setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut.
Sedikitnya tiga desa di dua kecamatan terdampak, dengan 280 kepala keluarga atau 469 jiwa terdampak langsung.
Kondisi air telah surut di sebagian besar wilayah pada Senin (3/11), namun genangan masih tersisa di beberapa titik Desa Sembono.
Di luar Jawa Timur, bencana hidrometeorologi juga terjadi di Provinsi Lampung.
Angin kencang melanda dua desa di Kabupaten Pesawaran pada Senin (3/11) sore dan berdampak pada 52 kepala keluarga.
Sebanyak 52 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, serta satu fasilitas pendidikan dilaporkan rusak berat.
Selain itu, banjir rob juga melanda wilayah pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (3/11).
Desa Prapag Lor di Kecamatan Losari menjadi wilayah terdampak dengan total 2.378 kepala keluarga.
Tinggi air sempat mencapai 10 sentimeter sebelum akhirnya berangsur surut pada sore hari.
Menanggapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengingatkan pentingnya langkah mitigasi seperti pemantauan tanggul, pembersihan saluran air, hingga pemeriksaan struktur atap rumah.
Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi angin kencang dan memastikan berlindung di bangunan yang kokoh.
(*)














Komentar