JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam periode pemantauan Sabtu, 18 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 19 April 2026 pukul 07.00 WIB. Dua kejadian yang menjadi sorotan utama adalah gelombang pasang ekstrem di Sulawesi Tengah dan banjir yang meluas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, cuaca ekstrem melanda pesisir pantai wilayah Desa Kendek (Kecamatan Banggai Utara), serta Desa Lambako dan Pasir Putih (Kecamatan Banggai). Kejadian berlangsung pada Sabtu dini hari pukul 03.00 WITA, ketika kondisi laut yang tenang berubah drastis menjadi gelombang tinggi yang menghantam permukiman.
Banjir rob yang disertai gelombang besar ini mengancam hunian warga di garis pantai. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Rinciannya, 7 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan 8 unit lainnya rusak berat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan awal.
Banjir Bogor Landa 5 Kecamatan
Sementara itu, curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama memicu banjir di Kabupaten Bogor. Peningkatan debit air sungai menyebabkan luapan air yang merendam pemukiman warga di lima kecamatan dan tujuh desa.
Wilayah yang terdampak meliputi Desa Barengkok dan Pangaur (Kecamatan Jasinga), Desa Dago dan Jagabaya (Kecamatan Parung Panjang), Desa Kampung Sawah (Kecamatan Rumpin), Desa Ciomas (Kecamatan Tenjo), serta Desa Rengasjajar (Kecamatan Cigudeg).
Total warga terdampak mencapai 469 KK atau setara dengan 1.614 jiwa. Sebanyak 23 jiwa sempat mengungsi dan 1 orang dilaporkan mengalami luka ringan. Kerugian materiil meliputi 467 unit rumah terdampak, 2 fasilitas pendidikan, 4 jembatan, serta 3 titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang rusak.
Hingga Minggu (19/4), kondisi air dilaporkan mulai surut dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah. Namun, warga di Desa Rengasjajar masih mengungsi di Masjid Al-Kautsar karena rumah mereka masih tertutup lumpur. Secara umum, akses jalan dan jembatan sudah dapat dilalui.
Di tempat terpisah, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga terjadi di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kalimantan Utara. Lahan seluas kurang lebih 3 hektare terbakar, dan upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan hingga berita ini dirilis.
BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Terjadi
Mengacu pada prakiraan BMKG, dalam dua hari ke depan (20–21 April 2026), sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, terutama di Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, serta Papua. Hujan ini berpotensi disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari.
Sebaliknya, wilayah seperti Riau, Kalimantan Utara, dan sebagian Nusa Tenggara diprediksi lebih kering sehingga berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot) dan risiko Karhutla. Kondisi ini merupakan bagian dari dinamika peralihan musim (pancaroba) yang membuat distribusi hujan tidak merata.
Imbauan Kesiapsiagaan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
“Di wilayah rawan banjir, masyarakat diminta memantau informasi cuaca dan menjaga saluran air. Bagi wilayah rawan kebakaran, kami tekankan pentingnya patroli dan larangan pembakaran terbuka,” ujar Abdul Muhari.
BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan terus memantau situasi dan siap melakukan penanganan untuk meminimalkan dampak bencana serta melindungi keselamatan masyarakat.
(*)








Komentar