JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Sabtu (16/5/2026) hingga Senin (18/5/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana yang didominasi banjir dan tanah longsor tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap ribuan warga di sejumlah daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPD, Abdul Muhari, Ph.D. dalam siaran tertulis menjelaskan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tanah longsor terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 18.15 WIB akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Longsor mengakibatkan Jembatan Kali Jaran yang menghubungkan Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, roboh.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 161 kepala keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa sempat terisolasi karena akses penghubung warga terputus. BPBD Kabupaten Temanggung langsung melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi terdampak serta memasang rambu peringatan guna mengantisipasi longsor susulan.
Berdasarkan perkembangan terbaru pada Minggu (17/5/2026), jembatan darurat sementara telah dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga aktivitas masyarakat mulai kembali normal.
Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Longsor dipicu hujan deras yang menyebabkan material menutup akses jalan di Dusun Jombok Jojogan RT 03 RW 06, Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 11 KK atau 32 jiwa mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu, sebanyak 10 unit rumah dilaporkan terancam akibat pergerakan tanah di sekitar lokasi.
BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama pemerintah desa setempat masih melakukan penanganan dan pendataan di wilayah terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Di wilayah timur Indonesia, banjir melanda Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 21.20 WITA akibat meluapnya Kali Serdadu setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Banjir merendam dua kecamatan dan sepuluh kelurahan, di antaranya Kelurahan Heledula Utara, Moodu, Padebuolo, Wongkaditi Timur, hingga Dembe II. Sebanyak 761 KK atau sekitar 2.692 jiwa terdampak, sementara 603 unit rumah terendam banjir.
BPBD Kota Gorontalo telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan. Hingga Minggu (17/5/2026), sebagian genangan air mulai surut meski petugas masih melakukan penyedotan di sejumlah titik.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat dan merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai.
Data sementara mencatat sekitar 2.718 KK terdampak banjir. Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga menyebabkan putusnya satu unit jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat.
BPBD Kabupaten Sintang bersama pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan penanganan darurat dan pendataan warga terdampak. Sejumlah kebutuhan mendesak seperti perahu karet, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan masih dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan di lapangan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Warga di daerah rawan banjir dan longsor diminta memantau informasi cuaca serta menghindari aktivitas di sekitar lereng labil, bantaran sungai, dan infrastruktur yang mengalami kerusakan.
(*)













Komentar