JURANEWS.ID, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia melalui layanan wealth management DBS Treasures mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan, DBS Treasures berhasil membukukan pertumbuhan Net Profit After Tax (NPAT) sebesar 289 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Mei 2026.
Pencapaian tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan perusahaan dan menjadi bukti kuat efektivitas strategi pengelolaan kekayaan berbasis advisory yang menggabungkan wawasan investasi global, teknologi kecerdasan buatan (AI), machine learning, serta pendampingan aktif dari Relationship Manager.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan perubahan perilaku nasabah affluent di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis menjadi perhatian utama perusahaan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat perubahan perilaku nasabah affluent yang semakin signifikan terutama pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global. Karena itu kami terus mengedepankan strategi wealth management berbasis insight yang objektif, komprehensif, relevan, dan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masing-masing nasabah,” ujar Melfrida Gultom, Kamis (18/6/2026).
Selain pertumbuhan laba yang signifikan, DBS Treasures juga mencatat peningkatan jumlah nasabah baru sebesar 73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah nasabah dengan portofolio investasi di atas Rp1 miliar tumbuh 8 persen YoY, sementara revenue per customer meningkat 15 persen.
Tingkat kepuasan nasabah juga tetap tinggi dengan skor 4,5 dari skala maksimal 5.
Andalkan Insight Global dan Teknologi AI
Keberhasilan DBS Treasures ditopang oleh dukungan Chief Investment Office (CIO) DBS yang dikenal sebagai salah satu tim investasi terbaik di Asia. CIO DBS bahkan dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.
Melalui jaringan regional DBS yang tersebar di Indonesia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, dan India, nasabah memperoleh akses terhadap berbagai peluang investasi global yang dikurasi berdasarkan analisis mendalam terhadap perkembangan ekonomi dunia.
Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menjelaskan bahwa volatilitas pasar yang masih tinggi justru membuka peluang bagi investor yang memiliki strategi diversifikasi yang tepat.
“Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan akibat tingginya ketidakpastian global. Namun memasuki paruh kedua 2026, peluang investasi masih terbuka bagi investor jangka panjang. Dalam kondisi seperti ini, CIO Office DBS mengedepankan pendekatan conviction-led yang fokus pada strategi diversifikasi investasi yang jelas dan dapat ditindaklanjuti,” kata Djoko.
Salah satu rekomendasi utama CIO DBS saat ini adalah mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai instrumen investasi defensif. Strategi tersebut didukung meningkatnya permintaan emas global yang melonjak 74 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.
Di Indonesia sendiri, permintaan emas batangan tercatat meningkat 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Melihat tren tersebut, Bank DBS Indonesia menjadi salah satu bank pertama yang menghadirkan akses investasi emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi Rp5 miliar.
Hubungkan Nasabah dengan Peluang Investasi Global
Untuk mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih cepat dan tepat, DBS Treasures memanfaatkan teknologi AI dan machine learning dalam menyusun rekomendasi investasi yang dipersonalisasi.
Insight investasi tersebut dikirimkan secara berkala melalui WhatsApp dan email, kemudian dibahas lebih lanjut bersama Relationship Manager sebelum dieksekusi melalui aplikasi DBS digibank yang dapat diakses selama 24 jam.
Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, mengatakan pendekatan layanan DBS Treasures berfokus pada pertumbuhan kekayaan jangka panjang sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis dan aset lintas generasi.
“Melalui kampanye Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda, kami menghadirkan layanan wealth management yang sangat personal dengan dukungan insight global, diskusi bersama para pakar, hingga program pengembangan generasi penerus melalui DBS Expert Connection dan DBS NextGen Excursion,” ujar Natalina.
Berbekal kombinasi antara wawasan investasi global, teknologi digital, dan layanan personal yang kuat, Bank DBS Indonesia optimistis dapat terus membantu nasabah menghadapi dinamika ekonomi sekaligus mencapai tujuan finansial jangka panjang dengan lebih percaya diri.
Atas pencapaian tersebut, Bank DBS Indonesia juga berhasil meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri wealth management Indonesia.
(*)















Komentar