JURANEWS.ID, SEMARANG – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro, Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D., resmi terpilih sebagai Ketua Paruh Waktu Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPK) hingga Oktober 2026.
Pemilihan berlangsung dalam Rapat Forum FKPTPK yang digelar di Universitas Udayana, Bali, pada 18–21 Mei 2026. Dalam forum tersebut, Prof. Agus Trianto menggantikan Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc. yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Agenda tahunan tersebut dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki rumpun ilmu perikanan dan kelautan.
Dalam sambutan perdananya usai terpilih, Prof. Agus Trianto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota forum. Ia menegaskan kepemimpinan FKPTPK merupakan amanah besar yang membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh anggota.
“Ini merupakan tanggung jawab besar yang tidak dapat diemban sendiri. Karena itu, saya berharap dukungan dan kolaborasi seluruh anggota forum untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi kelautan dan perikanan Indonesia demi kemajuan sektor kelautan nasional,” ujarnya.
Pada kesempatan gala dinner yang turut dihadiri Gubernur Bali, I Wayan Koster, serta Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., Prof. Agus Trianto juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah daerah dan jajaran kampus tuan rumah.
Ia turut mengapresiasi kearifan lokal masyarakat Bali dalam menjaga kelestarian laut dan sumber daya pesisir melalui budaya dan filosofi hidup yang terus dijaga hingga kini.
FKPTPK sendiri merupakan wadah koordinasi antarperguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan dan penelitian di bidang perikanan serta kelautan. Forum ini bertujuan menyelaraskan kebijakan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendorong riset kolaboratif dalam pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan.
Kepemimpinan baru FKPTPK diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan riset antar kampus, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, forum ini juga diharapkan mendukung program ketahanan pangan serta pengembangan ekonomi biru atau blue economy yang menjadi prioritas nasional.
(*)












Komentar