JURANEWS.ID, SEMARANG – Kabar menggembirakan datang dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Tim dosen Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran berhasil mengembangkan inovasi pangan lokal berupa biskuit ibu hamil bernama D’Biscu, yang dirancang untuk membantu mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Produk hasil riset ini menjadi salah satu inovasi dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. D’Biscu kini telah memperoleh sertifikasi halal, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga telah dipasarkan kepada masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2025 terdapat sekitar 485.893 balita di Jawa Tengah yang mengalami stunting. Kondisi tersebut mendorong tim peneliti UNDIP mengembangkan pangan tambahan berbasis bahan lokal yang kaya nutrisi.
D’Biscu dibuat dari kombinasi jahe, kacang hijau, dan kacang merah yang diperkaya berbagai vitamin serta mineral penting untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.
Jahe dipilih karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, sekaligus membantu mengurangi keluhan mual dan muntah yang umum dialami ibu hamil pada trimester pertama.
Sementara itu, kacang hijau menjadi sumber protein nabati, folat, zat besi, dan serat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, mendukung pertumbuhan janin, serta membantu mencegah anemia. Adapun kacang merah kaya protein, zat besi, magnesium, kalium, dan serat yang bermanfaat menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan energi, serta mendukung perkembangan janin secara optimal.
Sebelum dipasarkan, D’Biscu telah melewati serangkaian tahapan penelitian, pengembangan formulasi, uji penerimaan produk, hingga implementasi langsung melalui program edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil di Kota Semarang.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui 37 puskesmas di 16 kecamatan. Sebanyak 185 ibu hamil menjadi penerima manfaat dalam program yang juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah pencegahan stunting.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, mengatakan keberhasilan D’Biscu menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Melalui D’Biscu, kami tidak hanya menghasilkan produk pangan bergizi, tetapi juga membangun model kolaborasi yang mampu menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Prof. Diana.
Menurutnya, dibandingkan produk PMT ibu hamil lainnya, D’Biscu memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari penggunaan bahan baku lokal Indonesia, formulasi khusus untuk ibu hamil, diperkaya mikronutrien esensial, hingga telah memiliki sertifikasi halal, SNI, dan izin edar BPOM.
Tak hanya itu, Prof. Diana mengungkapkan D’Biscu kini juga sedang diproduksi sebagai salah satu bahan intervensi dalam kegiatan Ekspedisi Patriot 2026 di Kecamatan Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Keberhasilan inovasi ini menunjukkan bahwa hasil riset perguruan tinggi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat apabila didukung ekosistem inovasi yang kuat. UNDIP berharap D’Biscu dapat menjadi model nasional dalam pengembangan pangan fungsional untuk mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
(*)










Komentar