PEMALANG, JURANEWS.ID – Ada yang berbeda di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, selama Agustus 2026. Sepanjang jalan desa disulap menjadi kawasan penuh warna melalui Festival Gebyar Lampu Merah Putih dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Festival yang berlangsung mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 tersebut menampilkan beragam kreasi lampu hias hasil swadaya masyarakat.
Mulai dari replika Jembatan Suramadu, Monumen Nasional (Monas), hingga aneka bentuk satwa menghiasi jalan utama Desa Kandang.
Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pemalang Nurkholes pada Sabtu (8/8/2026) malam.
Sebelum pembukaan, Nurkholes bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Sri Indah Lestari dan Forkopimcam Comal berkeliling melihat langsung berbagai kreasi lampu hias yang dibuat masyarakat.
Empat Tahun Konsisten, Desa Kandang Jadi Sorotan
Nurkholes mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Kandang yang selama empat tahun berturut-turut mampu menggelar festival lampu hias.
“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Kandang yang mampu membuat desanya viral. Ini sudah empat tahun dan puncaknya malam ini. Semoga semakin ramai dan semakin berkembang,” ujar Nurkholes.
Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar hiburan masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan.
Kegiatan itu menjadi bukti kreativitas, persatuan dan semangat gotong royong warga dalam membangun lingkungan desa.
Lampu-lampu hias dibuat secara swadaya oleh masyarakat dengan kreasi yang berbeda setiap tahunnya.
“Ini contoh kreativitas yang luar biasa. Ibu-ibu dan bapak-bapak berswadaya mempersiapkan lampu-lampu ini. Kalau dilakukan dengan tulus, insyaallah membawa berkah. Semua dagangan laku, UMKM juga berkembang,” katanya.
Puluhan UMKM Ikut Meramaikan Festival
Tidak hanya menyuguhkan pemandangan lampu hias, Festival Gebyar Lampu Merah Putih juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan.
Puluhan pedagang makanan dan minuman ikut membuka lapak di sepanjang kawasan festival.
Sebagian besar pedagang merupakan warga sekitar Desa Kandang. Kehadiran pengunjung setiap malam membuat aktivitas ekonomi warga ikut meningkat.
Salah satu pedagang lokal, Azizah, mengaku festival tersebut memberikan dampak positif terhadap pendapatannya.
“Ini sangat membantu UMKM seperti saya. Saya senang ada acara seperti ini karena UMKM terbantu. Pedagang lokal maupun dari luar juga banyak yang datang,” tuturnya.
Azizah yang mulai berjualan sekitar satu minggu sebelum Agustus berharap festival tersebut dapat terus digelar dengan konsep yang semakin menarik.
“Semoga tahun depan lebih meriah lagi, supaya UMKM semakin terbantu,” katanya.
Kepala Desa: Ini Bukan Keberhasilan Satu Orang
Kepala Desa Kandang sekaligus Ketua Penyelenggara Festival, Muhtadin, mengatakan pelaksanaan festival telah memasuki tahun keempat.
Ia menegaskan keberhasilan kegiatan tersebut bukan hasil kerja pemerintah desa semata, melainkan buah kekompakan masyarakat.
“Yang hebat dan kompak itu warganya. Festival ini didanai dari swadaya masyarakat. Berkat kekompakan warga, Kandang bisa menjadi seperti ini. Yang terpenting, kegiatan ini juga meningkatkan ekonomi UMKM masyarakat,” jelas Muhtadin.
Menurutnya, antusiasme masyarakat dan pengunjung bahkan sudah terlihat sebelum festival dibuka secara resmi.
Setiap malam, kawasan Desa Kandang mulai dipadati warga yang datang untuk menikmati lampu hias sekaligus berbelanja makanan dan minuman yang dijajakan para pelaku UMKM.
Wagub? Bukan, Bupati Dorong Desa Lain Ikut Berkreasi
Nurkholes berharap Festival Gebyar Lampu Merah Putih dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pemalang.
Ia bahkan mendorong agar kreasi lampu hias di Desa Kandang tidak hanya terpusat di jalan utama, tetapi dapat diperluas hingga berbagai gang.
“Ini kebanggaan Desa Kandang dan kebanggaan Pemalang juga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dicontoh oleh desa-desa lain, entah dalam bentuk apa, karena kemeriahan ini adalah bentuk persatuan dan kerukunan masyarakat,” ujarnya.
Festival Gebyar Lampu Merah Putih Desa Kandang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, festival ini menunjukkan bahwa kreativitas dan gotong royong warga desa dapat menciptakan ruang rekreasi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
(*)











Komentar