JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah hingga Minggu (9/8/2026).
Laporan BNPB yang dihimpun sejak Sabtu (8/8) hingga Minggu pukul 07.00 WIB menunjukkan karhutla terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.
Salah satu kejadian dengan luasan terbesar berada di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 176,20 hektare.
Di Jawa Tengah, kekeringan melanda Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.
Kondisi tersebut dipicu musim kemarau yang menyebabkan cadangan sumber air bersih masyarakat berkurang.
BNPB mencatat sekitar 160 kepala keluarga atau 480 jiwa terdampak kekeringan. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiil.
BPBD Kota Salatiga telah melakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pada Sabtu (8/8), sebanyak 10.000 liter air bersih atau dua tangki kembali didistribusikan kepada warga terdampak.
Penanganan dilakukan dalam status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Kota Salatiga yang berlaku hingga 25 Oktober 2026.
Karhutla Banyumas, Dua Hektare Lahan Terbakar
Karhutla juga terjadi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jumat (7/8).
BNPB menyebut kebakaran dipicu aktivitas pembakaran lahan yang kemudian menjalar ke area di sekitarnya.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare.
BPBD Banyumas bersama tim pemadam, TNI, Polri dan masyarakat melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dan petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Ponorogo 10 Hektare, Trenggalek 1,5 Hektare
Di Jawa Timur, karhutla melanda dua desa di Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.
Kebakaran terjadi di Desa Bancangan dan Desa Campurejo dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 17.00 WIB.
Sementara di Kabupaten Trenggalek, karhutla terjadi di kawasan hutan Perum Perhutani petak 114 A, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.
Lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1,5 hektare.
Tim gabungan melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode gepyok dan membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB.
Rinjani Terbakar 30 Hektare
Karhutla juga terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kebakaran terjadi Jumat (7/8) sekitar pukul 20.00 WITA di kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare, meski angka tersebut masih dalam proses pendataan.
Sebanyak 22 personel dikerahkan untuk melakukan penanganan.
Tim gabungan terdiri dari unsur TN Gunung Rinjani, Masyarakat Mitra Polhut, masyarakat, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur.
Api berhasil dikendalikan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.30 WITA.
Petugas selanjutnya melakukan mopping up atau penyisiran untuk memastikan tidak ada sisa material yang berpotensi menimbulkan api kembali.
Bromo Masih Terbakar, 176,20 Hektare Terdampak
Sementara itu, penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, masih berlangsung hingga Sabtu (8/8) malam.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang.
Hingga pukul 21.30 WIB, tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap api yang mendekati ruas JLKT.
Sempat muncul titik api di jalur Jemplang menuju Watu Gede. Namun, titik tersebut telah berhasil dikondisikan oleh tim darat.
Meski demikian, hot spot masih terpantau mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor.
Kondisi cuaca di kawasan Bromo dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sedang. Petugas terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan arah api.
Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari BNPB, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, Polhut, Perhutani, TNI, Polri, relawan dan masyarakat.
Pemadaman dilakukan menggunakan truk pemadam, metode manual gepyok serta sprayer.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, dua helikopter juga dikerahkan untuk operasi udara.
Masing-masing helikopter memiliki kapasitas angkut air 1.000 liter.
Satu helikopter merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Puspenerbal TNI AL, sedangkan satu lainnya merupakan dukungan BNPB.
Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara
Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS telah menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB.
Penutupan berlaku untuk akses wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang hingga batas waktu yang belum ditentukan.
BNPB melaporkan luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 176,20 hektare dan masih dalam proses pendataan.
Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat karhutla tersebut.
BNPB bersama unsur terkait terus melakukan operasi darat dan udara untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Masyarakat di wilayah rawan karhutla diimbau meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
(*)










Komentar