JURANEWS.ID, SEMARANG — Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat mewaspadai penularan penyakit cacing hati saat proses pemotongan hewan kurban pada Iduladha 2026.
Peringatan tersebut disampaikan untuk mencegah penularan cacing hati dari hewan kurban kepada manusia. Meski tidak menyebabkan kematian, penyakit tersebut dinilai dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan produktivitas.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Andiningtyas Mula Pertiwi, mengatakan kasus cacing hati paling banyak ditemukan pada sapi, meskipun berpotensi muncul di seluruh jenis hewan kurban.
“Cacing hati bisa menular ke manusia. Cacing ini bisa ditemukan di semua hewan kurban, tapi paling banyak kasus ditemukan di sapi,” ujar Andiningtyas Mula Pertiwi, Selasa (26/5/2026).
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah telah menyalurkan ratusan ribu dosis obat cacing kepada peternak menjelang Iduladha.
Pemberian obat cacing dilakukan sekitar dua bulan sebelum Hari Raya Kurban agar hewan ternak tetap sehat dan bebas dari infeksi parasit.
Menurut Tyas, sapaan akrabnya, langkah tersebut penting untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat halal dan thayyib atau layak dikonsumsi.
“Kalau di tubuh hewan kurban ada cacingnya, kami khawatir unsur thayyib tidak terpenuhi,” katanya.
Ia menjelaskan, hewan ternak yang terinfeksi cacing biasanya memiliki ciri fisik tertentu seperti tubuh kurus dan kulit terlihat layu.
Kondisi tersebut membuat hewan tidak layak dijadikan hewan kurban.
“Hewan seperti ini juga tidak masuk klasifikasi sebagai hewan kurban,” ujarnya.
Tyas juga mengimbau masyarakat dan panitia kurban untuk melakukan pemeriksaan organ hati saat proses penyembelihan.
Apabila ditemukan cacing hati, masyarakat diminta segera melakukan trimming atau membuang bagian hati yang terinfeksi agar tidak dikonsumsi.
“Kalau ditemukan cacing hati harus dilakukan trimming atau memisahkan organ hati yang terkena cacing agar tidak menular ke manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan, infeksi cacing hati pada manusia dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan gangguan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih teliti saat memeriksa kondisi hewan kurban maupun organ dalam setelah penyembelihan dilakukan.
(*)








Komentar