JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menggelar presentasi makalah ilmiah calon guru besar yang diselenggarakan Dewan Profesor UNDIP di Ruang Sidang Senat Akademik Gedung SA-MWA Kampus Tembalang, Rabu (10/6/2026).
Dua akademisi yang mempresentasikan karya ilmiahnya adalah Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol. Admin dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta dr. Muflihatul Muniroh, M.Si.Med., Ph.D. dari Fakultas Kedokteran.
Dalam presentasinya, Teguh Yuwono mengangkat makalah berjudul “Membangun Relational Governance Melalui Integrasi Politik dan Administrasi Menuju Kesejahteraan Sosial di Indonesia”. Ia menilai tata kelola pemerintahan pascareformasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti politisasi birokrasi, ego sektoral, dan rendahnya kepercayaan antaraktor.
Sebagai solusi, Teguh menawarkan konsep Relational Governance, yakni pendekatan tata kelola yang menempatkan kualitas hubungan dan kepercayaan (trust) sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, model ini dapat mendorong pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, dan perlindungan kelompok rentan,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Muflihatul Muniroh memaparkan hasil riset mengenai dampak paparan merkuri terhadap kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Dalam makalahnya yang berjudul “Pengaturan Sistem Reproduksi Pada Paparan Merkuri Prenatal Terhadap Kesehatan Ibu dan Tumbuh Kembang Anak”, ia menjelaskan bahwa paparan merkuri dari lingkungan dan makanan laut tercemar dapat berdampak serius terhadap ibu hamil dan janin.
Berdasarkan penelitian laboratorium maupun studi pada manusia, paparan merkuri terbukti memicu inflamasi, stres oksidatif, gangguan perkembangan saraf, hingga meningkatkan risiko anemia, hipertensi gestasional, preeklamsia, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan stunting.
Penelitian yang dilakukan di wilayah pesisir Semarang, Jepara, dan Mamuju juga menemukan adanya hubungan antara tingginya paparan merkuri dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil serta gangguan pertumbuhan anak.
Presentasi kedua calon guru besar tersebut menunjukkan kontribusi nyata UNDIP dalam menghasilkan riset yang relevan terhadap persoalan pembangunan nasional, baik di bidang tata kelola pemerintahan maupun kesehatan masyarakat.
Melalui penguatan riset dan rekomendasi berbasis bukti ilmiah, UNDIP menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan nasional.
(*)








Komentar