JAKARTA, JURANEWS.ID – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat potensi transaksi ekspor sebesar US$7,3 juta atau sekitar US$7,3 juta melalui partisipasi pelaku usaha binaannya dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Potensi tersebut berasal dari lima peluang transaksi produk Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Komoditas kopi menjadi penyumbang potensi transaksi terbesar, dengan nilai mencapai US$7 juta untuk pasar Belanda dan Amerika Serikat. Selain itu, terdapat potensi ekspor teh senilai US$23 ribu ke Malaysia dan Jerman, serta produk dekorasi rumah (home decor) senilai US$250.000 ke Kanada.
Capaian tersebut menunjukkan peluang produk Indonesia untuk menjangkau pasar internasional, baik melalui komoditas unggulan maupun produk bernilai tambah yang menyasar segmen pasar tertentu.
Partisipasi dalam TEI 2026 juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha binaan LPEI untuk memperluas penetrasi ke pasar ekspor baru yang sebelumnya belum digarap secara optimal.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Maria Sidabutar, mengatakan TEI menjadi momentum strategis untuk mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli global sekaligus memperluas akses ke pasar internasional.
Menurutnya, potensi transaksi yang terbentuk mencerminkan peluang produk Indonesia untuk bersaing di pasar global. LPEI, lanjut Maria, akan terus mendukung eksportir melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, jasa konsultasi, dan perluasan akses pasar internasional.
Ribuan Pengunjung Datangi Stan Indonesia Eximbank
Untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia, LPEI menjalin sinergi dengan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi peluang pasar, menjaring calon pembeli potensial, serta mempertemukan eksportir dengan pembeli yang sesuai dengan karakteristik produk mereka. Langkah ini juga diharapkan membantu diversifikasi negara tujuan ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Antusiasme terhadap layanan dan produk ekspor terlihat dari jumlah pengunjung stan Indonesia Eximbank selama lima hari penyelenggaraan TEI 2026. Lebih dari 2.000 pengunjung yang terdiri atas pembeli internasional, eksportir, perusahaan korporasi, dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mendatangi stan tersebut.
Selain mencari informasi mengenai layanan finansial dan nonfinansial, pengunjung juga dapat melihat langsung 10 produk unggulan yang ditampilkan oleh debitur dan mitra binaan Indonesia Eximbank.
Dalam memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh, Indonesia Eximbank turut menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Lembaga National Single Window (LNSW) untuk menyediakan layanan konsultasi ekspor.
Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha memperoleh akses konsultasi terkait pembiayaan ekspor, kepabeanan, dan perdagangan internasional. Selama pameran, tercatat lebih dari 300 sesi konsultasi untuk membantu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan pasar ekspornya.
Melalui partisipasi dalam TEI 2026, Indonesia Eximbank menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem ekspor nasional, memperluas akses pasar internasional, serta mendorong peningkatan kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski demikian, nilai US$7,3 juta tersebut merupakan potensi transaksi, bukan nilai ekspor yang dipastikan telah terealisasi. Realisasi akhirnya akan bergantung pada tindak lanjut kesepakatan antara eksportir dan calon pembeli.
(*)








Komentar