JURANEWS.ID, SEMARANG – Harapan untuk menghidupkan kembali proyek wisata raksasa Jateng Valley di Kabupaten Semarang kembali menguat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan melakukan revitalisasi terhadap proyek yang sempat mangkrak tersebut sebagai bagian dari pengembangan aset strategis daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, revitalisasi Jateng Valley menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mengoptimalkan potensi pariwisata daerah. Kawasan yang berada di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang itu memiliki luas sekitar 371,88 hektare dan sejak awal digagas sebagai destinasi wisata terpadu terbesar di Asia Tenggara.
“Dari aset ini kami akan berjalan ke sana untuk melakukan revitalisasi,” ujar Ahmad Luthfi saat ditemui di Kota Semarang.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagaimana keberhasilan pengembangan Geopark Kebumen yang kini telah memperoleh pengakuan di tingkat internasional.
Proyek Rp2 Triliun Sempat Mangkrak
Jateng Valley bukanlah proyek baru. Rencana pembangunan kawasan wisata modern ini telah bergulir sejak sekitar tahun 2010.
Pada 15 Agustus 2020, proyek tersebut kembali digaungkan melalui prosesi groundbreaking yang dilakukan pada masa kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo.
Kala itu, proyek diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp2 triliun melalui skema kerja sama antara Perhutani dan sejumlah investor swasta.
Namun hingga kini pembangunan belum berjalan sesuai rencana dan kawasan tersebut belum berkembang sebagaimana target awal.
Sekda Ungkap Kendala Investor
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama belum terealisasinya proyek tersebut adalah persoalan investor.
“Kendalanya kemarin adalah dari sisi investor yang terlambat untuk mengeksekusinya,” kata Sumarno.
Karena itu, Pemprov Jateng akan melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap keberlanjutan proyek sebelum menentukan langkah pengembangannya.
Masuk Program Pariwisata Berkelanjutan 2027
Revitalisasi Jateng Valley akan diselaraskan dengan tema pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 yang mengusung konsep Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.
Selain Jateng Valley, pemerintah juga akan mengembangkan sejumlah destinasi unggulan lain seperti:
- Tahura KGPAA Mangkunagoro I di Karanganyar;
- Kebun Raya Baturraden di Banyumas;
- Gunung Mongkrang di Karanganyar.
“Kami ingin tempat-tempat itu ada pengembangan pariwisata yang mengedepankan sustainable masalah lingkungan,” ujar Sumarno.
Diharapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Jawa Tengah
Apabila revitalisasi berjalan sesuai rencana, Jateng Valley diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat sektor investasi di Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menargetkan pengembangan kawasan wisata tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
(*)














Komentar