JURANEWS.ID, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengganggu perjalanan kereta api menjelang masa angkutan mudik Lebaran 2026.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan jalur kereta api di wilayah operasional Daop 4 memiliki panjang sekitar 227 kilometer, mulai dari wilayah Tegal hingga Cepu. Dari hasil pemetaan dan mitigasi yang dilakukan, terdapat sekitar 13 titik yang masuk kategori daerah rawan bencana, terutama banjir.
“Dari hasil mitigasi, ada sekitar 13 daerah perhatian khusus yang rawan bencana, mayoritas potensi banjir,” kata Luqman.
Untuk meminimalkan risiko gangguan operasional kereta api, KAI telah melakukan sejumlah langkah pencegahan di titik-titik tersebut. Salah satunya dengan meninggikan rel di beberapa lokasi yang kerap terdampak genangan air, seperti di wilayah Pekalongan dan Krengseng.
Selain itu, KAI juga melakukan penguatan tanggul irigasi di sisi kanan dan kiri jalur rel guna mencegah luapan air masuk ke area lintasan kereta.
“Kami juga menyiapkan alat material untuk siaga di lima titik wilayah Daop 4 Semarang,” ujarnya.
Tidak hanya itu, KAI Daop 4 Semarang turut menyiagakan 63 petugas penjaga daerah rawan khusus yang ditempatkan di 13 titik tersebut. Para petugas ini berjaga selama 24 jam untuk memantau kondisi jalur rel dan segera melaporkan jika terjadi potensi gangguan.
Apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api, petugas akan segera melaporkan ke pusat pengendali operasi untuk dilakukan langkah penanganan dan pengamanan perjalanan kereta.
Selain pengawasan langsung di lapangan, KAI juga memanfaatkan sistem pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik jalur kereta.
Dalam upaya mitigasi bencana tersebut, KAI juga menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendapatkan informasi cuaca dan kondisi aliran sungai yang dapat memengaruhi jalur kereta api.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak agar operasional kereta api tetap aman dan lancar, khususnya selama masa angkutan Lebaran,” pungkasnya.
(*)










Komentar