JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Senin (3/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (4/8/2026) pukul 07.00 WIB.
Sejumlah daerah terdampak meliputi Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Senin (3/8) sekitar pukul 06.30 WITA.
Kebakaran diduga dipicu percikan api pada vegetasi kering yang kemudian merambat ke lahan seluas sekitar tiga hektare.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BPBD Kabupaten Pinrang bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah setempat, dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Meski api telah padam, petugas masih melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat cuaca panas dan vegetasi yang masih kering.
Tanggul Jebol, 150 Warga Tapanuli Tengah Mengungsi
Selain karhutla, BNPB juga melaporkan banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Bencana terjadi setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat menyebabkan Sungai Silaga-laga meluap akibat tanggul jebol pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.30 WIB.
Banjir merendam wilayah Kelurahan Sipange, Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka, serta Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri.
Akibatnya, sebanyak 50 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa terpaksa mengungsi.
Selain itu, sekitar 50 unit rumah terdampak genangan banjir.
BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah telah mendirikan tenda pengungsian di Kelurahan Hutanabolon, sementara warga yang mengalami trauma dievakuasi ke Gereja HKI Lama.
BNPB juga terus mendampingi pemerintah daerah melalui asesmen lapangan, monitoring, hingga percepatan pembangunan tanggul darurat menggunakan jumbo bag.
Saat ini pembangunan tanggul sepanjang sekitar 400 meter terus dikebut dan telah mencapai pemasangan 47 jumbo bag.
Ke depan, BNPB menargetkan penambahan sekitar 1.000 jumbo bag di lokasi terdampak serta menyiapkan tambahan 4.000 jumbo bag dari Kabupaten Luwu guna memperkuat tebing sungai.
Meski genangan air mulai surut, hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut menyebabkan proses normalisasi sungai dan pembangunan tanggul menghadapi sejumlah kendala.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Peristiwa yang terjadi Senin (3/8) sekitar pukul 10.01 WITA itu diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan tanpa pengawasan.
Akibatnya, sekitar 20 hektare lahan terbakar.
Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa, namun proses pemadaman masih terus dilakukan oleh BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Polres, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.
BNPB menyebut kondisi kebakaran mulai terkendali, namun petugas tetap bersiaga mengantisipasi munculnya titik api baru.
Melihat masih tingginya potensi bencana selama musim kemarau, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.
Bagi warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai maupun wilayah rawan bencana lainnya, BNPB mengimbau agar segera melakukan evakuasi apabila terjadi kenaikan debit air, retakan tanah, maupun tanda-tanda bencana lainnya.
BNPB menegaskan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat.
(*)
















Komentar