JAKARTA, JURANEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya empat kejadian karhutla di Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dalam periode 20 hingga 21 September 2026.
Dari sejumlah kejadian tersebut, total lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 28 hektare. BNPB menyebut sebagian besar kebakaran telah berhasil dipadamkan, sementara petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Laporan tersebut merupakan rangkuman kejadian bencana yang diterima BNPB dari BPBD pada periode Senin (21/9) hingga Selasa (22/9) pukul 07.00 WIB.
Karhutla terjadi di Desa Adi Mulyo, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran melanda lahan seluas sekitar empat hektare. Berdasarkan informasi yang diterima BNPB, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan.
Namun, pihak yang diduga melakukan pembakaran masih dalam proses penanganan dan verifikasi oleh pihak terkait.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mesuji bersama pemadam kebakaran dan masyarakat melakukan penanganan di lokasi. Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Hingga Senin (21/9), api dilaporkan telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dalam keadaan kondusif.
Karhutla juga terjadi di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kebakaran diketahui setelah warga melihat titik api yang kemudian menjalar dari area pemajakan menuju kawasan hutan milik Perum Perhutani.
BPBD Kabupaten Trenggalek bersama TNI, Polri, TRC-PB multisektor, dan masyarakat langsung melakukan penanganan.
Petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode gepyok serta membuat sekat bakar atau ilaran untuk mencegah api semakin meluas.
Sekitar empat hektare lahan diperkirakan terdampak kebakaran. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Hingga Senin (21/9), api telah berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Di Jawa Tengah, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Banyumas. Kebakaran melanda lahan jati di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, serta Desa Windu Negara, Kecamatan Wangon, pada Minggu (20/9).
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Hingga laporan diterima BNPB, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
BPBD Kabupaten Banyumas telah menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mendata dampak kebakaran.
Namun, berdasarkan perkembangan hingga Senin (21/9), api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan personel dan peralatan yang tersedia.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Kabupaten Banyumas saat ini berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla. Status tersebut berlaku mulai 3 Juli hingga 31 Oktober 2026.
Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah juga menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla yang berlaku sejak 1 Juni hingga 31 Desember 2026.
Karhutla dengan luasan terbesar dalam laporan BNPB terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kebakaran terjadi di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
Area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare. Hingga laporan BNPB diterima, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penanganan dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap bersama Forkopimcam Sidareja dan berbagai unsur terkait. Pemadaman melibatkan UPTD PKBD Sidareja dan relawan, Satpol PP Kecamatan Sidareja, Polsek Sidareja, Koramil 11 Sidareja, pemerintah desa, serta masyarakat.
Berdasarkan laporan kondisi mutakhir hingga Senin (21/9), api telah berhasil dipadamkan.
Kabupaten Cilacap sendiri berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla berdasarkan keputusan bupati yang berlaku sejak 14 Mei hingga 18 November 2026.
BNPB mengingatkan bahwa potensi karhutla masih perlu diwaspadai seiring kondisi musim kering yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Masyarakat di wilayah yang mengalami kondisi kering juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Dengan kembali munculnya karhutla di sejumlah daerah, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
(*)












Komentar