Karhutla Meluas hingga Cuaca Ekstrem Telan Korban Jiwa, BNPB Ungkap Daftar Wilayah Terdampak per 15 Juli 2026

BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan masih melanda sejumlah daerah di Indonesia, sementara cuaca ekstrem di Subang menewaskan satu warga dan merusak fasilitas umum.

JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana hidrometeorologi masih mendominasi berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa provinsi, sementara cuaca ekstrem di Jawa Barat menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Berdasarkan laporan BNPB periode Selasa (14/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (15/7/2026) pukul 07.00 WIB, karhutla melanda wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Aceh dengan total puluhan hektare lahan terbakar.

Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kebakaran melanda lahan tebu seluas sekitar 4 hektare di Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro. Berkat respons cepat petugas gabungan yang dipimpin BPBD, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Sementara itu, Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. Di Kota Banjarbaru, kebakaran melanda Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Landasan Ulin Timur dengan total luas lahan terbakar mencapai 12,6 hektare.

BPBD bersama tim gabungan berhasil memadamkan api di Kelurahan Cempaka, sedangkan proses pemadaman di Landasan Ulin Timur masih terus dilakukan karena kondisi lapangan.

Karhutla juga terjadi di wilayah Martapura, Kabupaten Banjar, tepatnya di Kelurahan Tungkaran. BPBD mencatat sekitar 10 hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan, namun api telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Gayo Murni, Kecamatan Atu Lintang. Lahan seluas sekitar 1 hektare terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan pada Selasa sore.

Selain karhutla, BNPB juga melaporkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut menyebabkan pohon tumbang yang merusak sejumlah fasilitas umum. Bencana itu juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Petugas BPBD Kabupaten Subang telah mengevakuasi korban sekaligus melakukan pembersihan pohon tumbang dan material yang mengganggu akses masyarakat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi di berbagai daerah.

Lembaga tersebut juga menekankan pentingnya langkah pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta kolaborasi seluruh pihak guna meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.

(*)

Komentar