Kerja Sama dengan British Council, UNDIP Fasilitasi IELTS dan Pengembangan Akademik Dosen Menuju World-Class University

Kerja sama UNDIP-British Council diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi kampus, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta mendukung dosen melanjutkan studi ke Inggris.

SEMARANG, JURANEWS.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat langkah menuju World-Class University (WCU) melalui kerja sama dengan British Council dan British Council EnglishScore.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang digelar di Gedung Widya Puraya UNDIP, Semarang, Selasa (6/10/2026).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, meningkatkan kapasitas dosen, serta mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi sivitas akademika UNDIP.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut langsung Country Director for Indonesia and Director of Southeast Asia British Council, Summer Xia, serta Vice President of Sales and Marketing British Council EnglishScore, Elliot Homan.

Menurut Suharnomo, kerja sama dengan British Council memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan riset di UNDIP.

“UNDIP memberikan beasiswa bagi dosen, kita dorong agar melanjutkan studi S3 dan mendapat gelar Ph.D. Peningkatan kapasitas ini juga berdampak pada lebih dari 60.000 mahasiswa dan 4.000 dosen serta tenaga kependidikan,” ujar Suharnomo.

Ia menilai Inggris menjadi salah satu tujuan yang potensial bagi dosen UNDIP untuk melanjutkan pendidikan sekaligus membangun jejaring dan reputasi akademik di tingkat global.

“United Kingdom adalah salah satu tempat terbaik untuk mendukung studi lanjut dan membangun reputasi global,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, British Council turut membuka dukungan bagi dosen UNDIP yang berencana melanjutkan studi ke Inggris.

Summer Xia menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen UNDIP dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.

“Kesuksesan sebuah kerja sama berawal dari dedikasi. Kita membuka kesempatan bagi para dosen untuk berinvestasi dan meraih gelar. Kami juga memfasilitasi persiapan IELTS, prosedur studi lanjut ke UK, serta akomodasi,” ujar Summer.

Sementara itu, British Council EnglishScore menyediakan fasilitas pengujian kompetensi bahasa Inggris dan sertifikasi.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu dosen meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus menjadi salah satu pendukung mobilitas akademik dan profesional di tingkat internasional.

Bahasa Inggris Jadi Instrumen Menuju WCU

Vice President of Sales and Marketing British Council EnglishScore, Elliot Homan, mengatakan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat inovasi dan mobilitas internasional perguruan tinggi.

“Menuju World-Class University, bahasa Inggris merupakan instrumen penting untuk memperkuat inovasi dan mobilitas internasional,” kata Elliot.

Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan oleh Rektor UNDIP Prof. Suharnomo bersama perwakilan British Council EnglishScore, Michelle Avelena, dengan Wijayanto, Ph.D. dan Elliot Homan sebagai saksi.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UNDIP, di antaranya Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., Dekan FIB UNDIP Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum., Direktur Akademik Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T., serta Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global Pulung Widhi Hari Hananto, S.H., M.H., LL.M.

Kerja sama UNDIP dan British Council tersebut sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari langkah UNDIP dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat posisi perguruan tinggi dalam kompetisi pendidikan tinggi global.

(*)

Komentar