PEMALANG, JURANEWS.ID – Sebuah rumah milik Jumari (69), warga RT 02/RW 01, Dukuh Krajan, Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, mengalami kebakaran pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan sebagian besar bagian dapur serta atap rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga terjadi akibat kelalaian setelah kompor tungku yang berada di dapur ditinggalkan dalam kondisi masih menyala.
Api kemudian membesar dan membakar bagian dapur serta atap rumah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergotong royong melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar yang menerima laporan kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo, menyampaikan apresiasi kepada petugas Damkar dan masyarakat yang ikut membantu menangani kebakaran.
“Kami sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim Damkar yang merespons laporan kami dengan sangat cepat. Tak lupa, terima kasih besar untuk seluruh warga Desa Cibuyur yang secara swadaya langsung membantu memadamkan api dan mengevakuasi barang-barang,” ujar Yoyok.
Menurutnya, kerja sama dan gotong royong warga turut membantu meminimalkan kerugian akibat kebakaran.
“Rasa kebersamaan dan gotong royong inilah yang meminimalkan kerugian,” lanjutnya.
Pasca kebakaran, lokasi rumah telah dipasangi garis pengaman untuk penanganan lebih lanjut.
Meski api telah berhasil dipadamkan, masih terdapat kekhawatiran terkait instalasi listrik PLN karena terdapat kabel yang dilaporkan ikut terbakar.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memastikan kondisi dapur sebelum meninggalkan rumah.
Masyarakat juga diminta memastikan kompor maupun sumber api lainnya telah benar-benar dimatikan setelah selesai digunakan.
Untuk membantu meringankan beban Jumari dan keluarga, Pemerintah Desa Cibuyur berencana menggalang bantuan secara swadaya dari masyarakat.
Pemdes juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan korban, khususnya material yang diperlukan untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak meninggalkan kompor atau sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan, karena kelalaian kecil dapat berujung pada kebakaran dan kerugian material.
(*)















Komentar