JURANEWS.ID, KAJEN – Sebanyak 19,8 ton kopi Robusta asal Kabupaten Pekalongan diekspor ke Yunani dalam pengiriman perdana pada tahun 2026. Ekspor ini menjadi langkah memperluas pasar kopi daerah sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi menembus pasar internasional.
Pengiriman kopi tersebut difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha kopi di daerah. Komoditas kopi dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan tujuan Pelabuhan Thessaloniki, Yunani, sebelum didistribusikan ke wilayah Macedonia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan ekspor ini menunjukkan potensi besar kopi Pekalongan untuk bersaing di pasar global. Selain itu, ekspor ini juga menjadi bukti kesiapan UMKM daerah dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi.
Menurutnya, keberhasilan ekspor tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Bank Indonesia kepada kelompok tani dan pelaku usaha kopi di Kabupaten Pekalongan.
“Sebelumnya pada November 2025, kopi Robusta Pekalongan juga berhasil menembus pasar Yunani dengan volume ekspor mencapai 59,4 ton yang dikirim dalam tiga kontainer biji kopi hijau atau green bean,” kata Bimala usai pelepasan ekspor kopi di halaman Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026).
Ekspor tersebut dilaksanakan oleh KUB Lumbung Kopi Nusantara, kelompok tani dan UMKM kopi binaan KPwBI Tegal yang berlokasi di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Kelompok usaha ini mengelola dan mengonsolidasikan lahan sekitar 60 hektare di kawasan perhutanan sosial Perhutani KPH Pekalongan Timur. Selain memproduksi green bean, mereka juga menghasilkan produk kopi olahan seperti roasted bean dan kopi bubuk.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, mengatakan pengiriman tersebut merupakan ekspor kelima kopi Pekalongan ke Yunani dan menjadi ekspor pertama pada tahun 2026 dengan volume sekitar 19 ton.
Ia menambahkan permintaan kopi dari Yunani masih cukup tinggi dan bahkan belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi kopi Pekalongan. Pengiriman lanjutan ditargetkan kembali dilakukan pada Mei 2026 dengan volume sekitar 30 ton.
Pemilik Lumbung Kopi Nusantara, Irwan Ardiansyah, mengatakan kopi yang diekspor merupakan biji kopi Robusta yang dikumpulkan dari petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, terutama dari wilayah Kutorojo, Kecamatan Kajen, serta sebagian dari Batang dan Pemalang. Ia berharap ekspor tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi di daerah.
(*)













Komentar