Lapakgaming Bangun LapakMain Corner di Jakarta, Anak Kini Punya Ruang Bermain Aman Tanpa Bergantung Gadget

Dukung implementasi PP TUNAS, Lapakgaming bersama pemerintah menghadirkan ruang belajar, bermain, dan literasi digital bagi anak di RPTRA Tunas Muda, Jakarta Selatan.

JAKARTA, JURANEWS.ID – Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak, Lapakgaming menghadirkan langkah nyata dengan meresmikan LapakMain Corner di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tunas Muda, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Fasilitas tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) yang bertujuan menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus mendorong keseimbangan aktivitas anak di dunia nyata.

Peresmian LapakMain Corner dihadiri Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI Bonafisius Wahyu Pudjianto, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta dr. Dwi Oktavia TLH., M.EPID, jajaran PT Bukalapak.com Tbk, serta manajemen Multi Realm Games (MRG) selaku pengelola Lapakgaming.

LapakMain Corner dirancang sebagai ruang interaktif yang dapat dimanfaatkan anak-anak untuk belajar sekaligus bermain.

Di dalamnya tersedia berbagai koleksi buku bacaan, permainan edukatif, serta fasilitas literasi digital yang mendorong kreativitas, interaksi sosial, hingga kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Tidak hanya menyediakan fasilitas bermain, kegiatan peresmian juga diisi dengan sesi dongeng interaktif bagi anak-anak serta edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak saat menggunakan perangkat digital.

Dukung Implementasi PP TUNAS

Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Bonafisius Wahyu Pudjianto, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Lapakgaming bersama pemerintah.

Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui penyediaan ruang publik yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Melalui PP TUNAS, pemerintah membangun fondasi tata kelola ruang digital yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Kehadiran LapakMain Corner menjadi implementasi nyata yang menghubungkan perlindungan digital dengan ruang belajar dan bermain di dunia nyata,” ujarnya.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia, menilai keberadaan LapakMain Corner sangat relevan di era digital saat ini.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang yang mampu menyeimbangkan aktivitas digital dengan interaksi sosial secara langsung.

“Kehadiran fasilitas ini memperkuat fungsi RPTRA sebagai ruang publik ramah anak sekaligus mendukung literasi digital sejak usia dini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Lapakgaming juga menghadirkan berbagai layanan pendukung, di antaranya booth Digital Addiction Response Assistance (DARA) dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Booth tersebut memberikan edukasi kepada orang tua mengenai cara mengenali hingga menangani potensi kecanduan gim pada anak.

Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu dan anak yang disediakan EMC Healthcare.

Plt Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah, mengatakan inovasi digital harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif LapakMain Corner, pihaknya ingin mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, sekolah, hingga keluarga dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.

“Kami percaya inovasi bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi memastikan teknologi memberikan manfaat. Kami mengajak seluruh pihak bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.

LapakMain Corner juga dibangun melalui partisipasi karyawan Bukalapak yang menyumbangkan buku serta permainan edukatif, sekaligus melibatkan pelaku usaha lokal dalam proses pembangunannya.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan ruang publik yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan literasi digital keluarga Indonesia.

(*)

Komentar