JURANEWS.ID, JAKARTA – Lenovo memperkenalkan solusi terbaru Lenovo Hybrid AI Advantage™ bersama NVIDIA untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri. Peluncuran ini disampaikan dalam ajang NVIDIA GTC, dengan fokus pada percepatan implementasi AI, pengurangan time-to-first-token (TTFT), serta peningkatan dampak bisnis secara terukur.
Solusi tersebut dirancang untuk mendukung operasional AI dari berbagai lingkungan, mulai dari perangkat personal, edge, data center, hingga AI factory berbasis cloud berskala besar. Dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu mengambil keputusan secara real-time serta meningkatkan efisiensi operasional dan otomatisasi cerdas.
Lenovo menyebutkan bahwa perkembangan AI kini telah bergeser dari sekadar pelatihan model menuju pemanfaatan inferensi sebagai penggerak utama pengambilan keputusan. Hal ini menuntut infrastruktur yang mampu menghadirkan kinerja tinggi sekaligus keamanan menyeluruh di seluruh lini operasional.
Berdasarkan laporan CIO Playbook 2026 yang dilakukan IDC atas penugasan Lenovo, sekitar 84 persen organisasi diproyeksikan akan mengoperasikan AI secara hybrid, yakni menggabungkan lingkungan on-premises, edge, dan cloud. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan platform AI yang terintegrasi dan siap digunakan dalam skala produksi.
Chairman dan CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menyatakan kolaborasi dengan NVIDIA menempatkan Lenovo pada posisi strategis untuk membantu perusahaan bertransformasi dari tahap eksperimen menuju implementasi AI di tingkat enterprise. Ia menekankan pentingnya efisiensi biaya dan kinerja dalam pengembangan AI, terutama seiring meningkatnya kebutuhan inferensi.
Senada, Founder dan CEO NVIDIA Jensen Huang mengatakan AI telah memasuki era produksi, di mana kecerdasan dihasilkan secara real-time. Ia menilai kebutuhan akan komputasi terakselerasi dan infrastruktur berskala besar akan meningkat seiring berkembangnya teknologi agentic AI yang mampu berpikir, merencanakan, dan bertindak secara mandiri.
Di Indonesia, President Director Lenovo Indonesia Budi Janto menyebut perusahaan mulai beralih dari tahap eksplorasi AI ke implementasi yang lebih aplikatif. Ia menilai pendekatan hybrid menjadi pilihan utama, sehingga solusi terintegrasi dari Lenovo dan NVIDIA diharapkan mampu mempercepat adopsi AI dengan tetap menjaga kontrol data dan operasional.
Selain itu, Lenovo juga menghadirkan berbagai inovasi pendukung, mulai dari workstation berbasis GPU NVIDIA generasi terbaru, platform inferensi AI, hingga pengembangan AI cloud berskala gigawatt. Seluruh solusi ini ditujukan untuk membantu perusahaan menjalankan AI secara lebih cepat, efisien, dan siap digunakan dalam skala global.
(*)














Komentar