SEMARANG, JURANEWS.ID – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Diponegoro (UNDIP) berlangsung meriah. Mahasiswa internasional dari berbagai negara ikut menunjukkan kemampuan bernyanyi dalam Clash of Patriots 2026 Pitulasan, Jumat (14/8/2026).
Kompetisi yang digelar Kantor Urusan Internasional (KUI) UNDIP tersebut berlangsung di Taman Wiyata Hangreksa Gapuraning Nagara, Gedung Widya Puraya UNDIP. Bukan sekadar lomba karaoke, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa internasional untuk mengenal budaya Indonesia melalui lagu.
Sebanyak enam kontestan, baik solo maupun grup, ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka berasal dari Yaman, India, Pakistan, Madagaskar, Zimbabwe, dan Tanzania.
Rektor UNDIP Ikut Buka Lomba
Suasana lomba semakin semarak ketika Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., turut membuka acara dengan menyanyikan lagu Jangan Paksa Rindu dan Ikan dalam Kolam.
Tepuk tangan meriah langsung menggema. Para peserta kemudian tampil membawakan berbagai lagu Indonesia dengan genre pop, koplo hingga dangdut.
Prof. Suharnomo mengapresiasi antusiasme mahasiswa internasional yang berusaha mempelajari lagu berbahasa Indonesia.
“Kami sangat bangga dengan teman-teman mahasiswa internasional yang sudah semangat belajar menghafal lagu berbahasa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga meminta para peserta tampil percaya diri dalam membawakan lagu Indonesia.
Dari India hingga Pakistan, Lagu Indonesia Jadi Pilihan
Salah satu peserta, Rajeev Kumar, mahasiswa S2 Linguistik UNDIP asal India, mengaku menikmati suasana perayaan kemerdekaan tersebut.
Rajeev memilih lagu Kopi Dangdut untuk penampilannya. Menurutnya, musik dangdut memiliki kemiripan dengan musik Bollywood sehingga mudah dinikmati.
“Saya sangat suka lagu dangdut karena melodinya sama dengan lagu Bollywood. Hari ini saya menyanyikan lagu ‘Kopi Dangdut’,” kata Rajeev.
Ia juga tampil berduet dengan Zaima Khan, mahasiswa asal Pakistan, membawakan lagu Aku Sayang.
Kenalkan Budaya Indonesia Lewat Musik
Clash of Patriots 2026 Pitulasan tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana interaksi lintas budaya antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa internasional.
Menariknya, para peserta membawakan lagu berbahasa Indonesia sambil mengenakan pakaian nasional dari negara masing-masing.
Keberagaman tersebut menjadi gambaran bagaimana semangat kemerdekaan dan persatuan dapat dirayakan bersama tanpa memandang latar belakang negara.
Lulusan UNDIP Ikut Tampil
Acara semakin meriah dengan kehadiran Lalaina Tienh Andriamampionona, lulusan Doktor Ilmu Politik FISIP UNDIP yang juga menekuni dunia tarik suara.
Lalaina membawakan lagu Ditinggal Rabi dan Cendol Dawet. Ia kemudian berduet dengan Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., menyanyikan lagu Jangan Menyerah.
Lalaina mengaku senang dapat kembali terlibat bersama mahasiswa internasional UNDIP.
“Semangat untuk teman-teman semua belajar di sini karena seru banget. Saya jadi teringat perjalanan saya dari awal di Indonesia hingga ada di titik sekarang ini,” ungkapnya.
Kompetisi tersebut dinilai oleh Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., Ketua Senat Akademik UNDIP, dan Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU., Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP.
Pemenang Clash of Patriots 2026 Pitulasan akan diumumkan saat Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan UNDIP pada Senin (17/8/2026).
Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga diperkenalkan kepada dunia melalui musik, persahabatan, dan keberagaman budaya.
(*)










Komentar