KLATEN, JURANEWS.ID – Tumpukan arsip yang sebelumnya tersimpan di lemari Kantor Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, mulai ditata dan didigitalisasi. Pembenahan tersebut menjadi bagian dari program Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung Selasa (4/8/2026) sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB itu tidak hanya menyasar administrasi desa. Mahasiswa juga melakukan validasi data kependudukan dengan catatan kesehatan Posyandu sebagai upaya mendukung pelayanan publik yang lebih tepat sasaran.
Sejak pagi, sejumlah arsip administrasi dikeluarkan dari lemari untuk dipilah dan disusun kembali. Di sisi lain, mahasiswa KKN Undip mencocokkan data kependudukan warga dengan catatan Kartu Menuju Sehat (KMS) dari kelompok Posyandu.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Banaran, Catur Widodo. Menurutnya, penataan arsip dan pembaruan data menjadi bagian penting dalam meningkatkan ketertiban administrasi sekaligus mendukung transparansi pelayanan publik.
Data Warga Disinkronkan dengan Catatan Posyandu
Salah satu program utama mahasiswa adalah Validasi dan Sinkronisasi Data Kependudukan Terintegrasi.
Program ini mengintegrasikan data warga dengan catatan KMS dari lima kelompok Posyandu Dahlia di Desa Banaran.
Mahasiswa turun langsung ke lapangan dengan menemui kader Posyandu, memeriksa data warga, serta melakukan wawancara untuk memastikan informasi yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Data yang telah diverifikasi kemudian dihimpun dalam basis data digital berbasis Excel. Sistem tersebut dirancang sederhana sehingga perangkat desa dapat melakukan pembaruan data secara mandiri.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Undip dari Tim II KKN Desa Banaran 2026, Ghaida Arsyi I, mengatakan pembenahan data diharapkan dapat membantu desa menentukan sasaran berbagai program secara lebih akurat.
Data yang lebih valid, kata dia, dapat mendukung penyaluran bantuan sosial, pelayanan kesehatan, hingga program pencegahan stunting agar lebih tepat sasaran.
Arsip Desa Mulai Beralih ke Digital
Tak berhenti pada data kependudukan, mahasiswa KKN Undip juga mendampingi perangkat desa dalam melakukan digitalisasi arsip administrasi.
Sejumlah dokumen penting desa, seperti RPJMDes, RKPDes, dan Peraturan Desa, dipindai dan ditata ulang sebelum diunggah ke website resmi Desa Banaran.
“Dokumen penting seperti RPJMDes, RKPDes, dan Peraturan Desa dipindai, disusun ulang, lalu diunggah ke menu Produk Hukum website desa agar dapat diakses masyarakat secara terbuka,” ujar Ghaida.
Selain melakukan digitalisasi, mahasiswa memberikan pelatihan kepada perangkat desa mengenai pengelolaan dokumen digital dan pembaruan konten website.
Langkah tersebut dinilai penting agar sistem yang telah dibangun tidak berhenti setelah program KKN berakhir.

Bukan Sekadar Program KKN
Bagi Pemerintah Desa Banaran, pendampingan mahasiswa Undip diharapkan memberikan manfaat jangka panjang terhadap tata kelola pemerintahan desa.
Catur Widodo berharap perangkat desa maupun kader kesehatan dapat melanjutkan dan mengembangkan sistem yang telah dibangun selama kegiatan KKN.
“Kami berharap hasil pendampingan ini bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh perangkat desa maupun kader kesehatan,” ujar Catur.
Program tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Mahasiswa juga dapat mengambil peran dalam membangun sistem administrasi, memperbaiki kualitas data, serta mendorong transformasi digital pelayanan publik di tingkat desa.
Dengan arsip yang lebih tertata, data yang lebih terintegrasi, dan website yang aktif, Desa Banaran diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan.
(*)















Komentar