JURANEWS.ID, KABUPATEN SEMARANG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memuji keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tuntang Sejahtera saat melakukan panen melon di Desa Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (24/5/2026).
Menurut Yandri, Desa Tuntang layak menjadi contoh desa produktif di Indonesia karena mampu memanfaatkan dana desa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat melalui berbagai unit usaha produktif.
BUMDes Tuntang Dinilai Sukses Kelola Dana Desa
Dalam kunjungannya, Yandri menyoroti keberhasilan greenhouse melon yang dikelola BUMDes Tuntang Sejahtera menggunakan anggaran dana desa.
Ia menyebut usaha pertanian melon tersebut mampu menghasilkan keuntungan besar dengan margin lebih dari 50 persen dalam sekali panen.
“Ini luar biasa BUMDesnya. Melon greenhouse, panennya Rp25 juta sekali, modalnya Rp12 juta. Masih ada margin 50 persen lebih. Ini sesuatu yang luar biasa menggunakan dana desa,” ujar Yandri saat memberikan sambutan.
Selain budidaya melon, Mendes PDT juga mengapresiasi pengembangan usaha budidaya lele, peternakan kambing, hingga layanan internet desa yang dinilai berjalan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Desa Tuntang Berpeluang Dapat Bantuan hingga Rp2,5 Miliar
Melihat perkembangan desa tersebut, Yandri mengatakan Desa Tuntang memiliki potensi besar masuk dalam program desa tematik nasional.
Kemendes PDT, kata dia, memiliki program bantuan pengembangan desa dengan nilai mulai Rp500 juta hingga maksimal Rp2,5 miliar tergantung kualitas proposal yang diajukan pemerintah desa.
“Desa Tuntang nanti akan kita bantu. Tinggal buat proposal yang baik. Bantuan bisa Rp500 juta, Rp1 miliar bahkan sampai Rp2,5 miliar tergantung program dan penilaiannya,” katanya.
Kemendes Siapkan Program Desa Ekspor
Yandri juga mengungkapkan bahwa Kemendes PDT saat ini tengah menjalankan program Desa Ekspor untuk membuka peluang pemasaran produk desa ke pasar internasional.
Menurutnya, pemerintah telah menjalin komunikasi dengan 59 negara yang siap membeli produk unggulan desa dari Indonesia.
“Ada permintaan jahe, kopi, pisang, bawang merah, cabai, banyak yang diminati. Tinggal dipetakan desa mana yang punya potensi ekspor,” ujarnya.
Greenhouse Melon Dibangun dari Dana Desa
Sementara itu, Kepala Desa Tuntang Muhammad Nadhirin menjelaskan greenhouse melon yang kini dikelola BUMDes dibangun menggunakan modal awal sebesar Rp160 juta dari dana desa.
Menurutnya, usaha tersebut mampu menghasilkan omzet sekitar Rp25 juta setiap kali panen dengan biaya tanam sekitar Rp12 juta.
“Sekali panen bisa menghasilkan Rp25 juta dengan modal tanam sekitar Rp12 juta,” jelasnya.
Selain itu, unit usaha budidaya lele yang dikelola BUMDes dengan modal Rp100 juta juga mampu menghasilkan panen hingga empat ton dalam sekali panen.
“Kalau dikalikan harga Rp20 ribu per kilogram, hasilnya sekitar Rp80 juta,” ujarnya.
BUMDes Kelola Internet Desa dengan 109 Pelanggan
Tak hanya sektor pertanian dan perikanan, BUMDes Tuntang Sejahtera juga mengembangkan layanan internet desa yang kini memiliki 109 pelanggan aktif.
Dari usaha layanan internet tersebut, desa mampu memperoleh keuntungan sekitar Rp6 juta setiap bulan.
Program usaha yang dijalankan BUMDes Tuntang Sejahtera dinilai menjadi contoh pemanfaatan dana desa yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(*)














Komentar