JURANEWS.ID, JAKARTA – Peluang kolaborasi bisnis antara Indonesia dan China di sektor energi terbarukan semakin terbuka. Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan OCBC One Connect 2026, platform bisnis yang mempertemukan perusahaan dari kedua negara.
OCBC Indonesia bersama OCBC Singapura kembali menggelar forum tersebut pada Selasa (1/9/2026). Tahun ini, OCBC One Connect mengangkat tema “Renewable Energy Value Chain Expansion” dengan fokus pada pengembangan rantai nilai energi terbarukan.
Sejak pertama kali dicanangkan pada 2023, OCBC One Connect terus berkembang. Platform tersebut tidak hanya menjadi forum jejaring, tetapi juga diarahkan untuk mempertemukan mitra strategis dan membantu perusahaan menerjemahkan peluang pasar menjadi kerja sama bisnis yang konkret.
Perkembangan hubungan bisnis Indonesia-China juga tercermin dari pertumbuhan nasabah bisnis asal China yang difasilitasi OCBC Indonesia.
Hingga Juli 2026, jumlah nasabah bisnis China di OCBC Indonesia tercatat meningkat lebih dari 80 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut juga diikuti volume kredit dan pendanaan yang mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Direktur OCBC, Martin Widjaja, mengatakan OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China yang ingin masuk dan mengembangkan bisnis di Indonesia.
Di sisi lain, platform tersebut juga membantu perusahaan Indonesia yang ingin menjajaki peluang bisnis di China dan kawasan sekitarnya.
“OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China untuk masuk dan berkembang di Indonesia, sekaligus mendukung perusahaan Indonesia menjajaki peluang di China dan sekitarnya,” ujar Martin.
Menurutnya, transisi energi bukan hanya berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga dapat menjadi katalisator bagi investasi, perkembangan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Energi Terbarukan Jadi Peluang Investasi
Peluang tersebut sejalan dengan perkembangan sektor energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia mencapai 15,75 persen pada 2025, dengan total kapasitas terpasang sebesar 15.630 MW.
Penambahan kapasitas energi terbarukan pada tahun tersebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.
Perkembangan ini dinilai membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi berbagai sektor usaha, mulai dari perusahaan manufaktur, penyedia teknologi, investor, hingga lembaga pembiayaan.
OCBC One Connect 2026 mempertemukan sekitar 40 perusahaan China dan 25 perusahaan Indonesia dalam format yang lebih terkurasi.
Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti sesi wawasan pasar serta business matching untuk mengeksplorasi peluang kerja sama.
Forum tersebut menjadi ruang bagi perusahaan untuk mempertemukan kapabilitas, mencari mitra strategis, sekaligus memahami peluang bisnis di masing-masing pasar.
Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo, yang memaparkan kondisi realisasi investasi China di Indonesia periode 2021 hingga semester pertama 2026.
Melalui jaringan lintas negara dan kapabilitas perbankan yang terintegrasi, OCBC menyatakan akan terus mendukung perusahaan Indonesia dan China dalam mengidentifikasi peluang, membangun koneksi strategis, serta mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
(*)















Komentar