JURANEWS.ID, SEMARANG – Kreativitas generasi muda Kota Semarang dalam mendukung keselamatan berlalu lintas kembali mendapat panggung. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang sukses menggelar babak final dan penganugerahan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Semarang Tahun 2026 yang berlangsung di MG Setos Semarang pada 17–18 Juni 2026.
Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kepedulian sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
Dalam babak final, para peserta mempresentasikan beragam gagasan kreatif yang berfokus pada edukasi keselamatan jalan. Beberapa inovasi yang menarik perhatian dewan juri di antaranya rancangan fitur aplikasi digital untuk pelaporan kondisi lalu lintas hingga permainan edukatif berbasis board game bertajuk “Rem, Gas, Jalan!” yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan berkendara.
Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan berkualitas, Dishub Kota Semarang melibatkan tim juri dari berbagai instansi terkait, yakni unsur Satlantas Polrestabes Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan tiga pelajar terbaik sebagai pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Kota Semarang Tahun 2026.
Juara I diraih oleh Kirana Putri Faisa dari SMA Negeri 7 Semarang. Posisi Juara II ditempati Galuh Anindya Maharani dari SMA Negeri 4 Semarang, sementara Juara III diraih Kisnaya Syawalbil Qurmanisa dari SMA Negeri 9 Semarang.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, R. Ambar Prasetyo, mengapresiasi antusiasme serta kualitas ide yang ditunjukkan para peserta selama kompetisi berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi karya-karya inovatif yang lahir dari pemikiran kritis para pelajar. Peran generasi muda, khususnya di tingkat SMA sederajat, sangat penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Mereka bukan hanya pengguna jalan, tetapi juga pelopor yang mampu mengedukasi teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan berkendara,” ujarnya.
Menurut Ambar, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini sekaligus mencetak generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Selain menjadi ajang kompetisi, para pemenang juga akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Semarang pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga tingkat nasional.
Dishub Kota Semarang berharap inovasi yang telah lahir dari para pelajar dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Program ini sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan generasi muda mampu menghasilkan solusi kreatif untuk mendukung keselamatan lalu lintas yang berkelanjutan.
(*)
















Komentar