JURANEWS.ID, KENDAL – Para pemudik yang akan melintas melalui jalur alternatif di Kabupaten Kendal diminta meningkatkan kewaspadaan.
Meskipun kondisi jalan sudah diperbaiki, ancaman pohon tumbang masih mengintai saat cuaca ekstrem, terutama di jalur Kendal-Ungaran melalui Darupono Kaliwungu dan Kendal-Temanggung melalui Weleri-Sukorejo.
“Memang karena ada cuaca ekstrem jadi rawan pohon tumbang. Tetap hati-hati karena ada banyak pepohonan yang cukup rindang,” ujar Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, pada Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, jalur tersebut aman dilewati jika tidak terkendala cuaca ekstrem. “Kami pastikan jika cuaca cerah bisa digunakan sepenuhnya oleh pemudik dengan aman,” imbuhnya.
AKP Panji memprediksi pemudik akan mulai melintas Kendal pada akhir pekan ini dengan puncaknya menjelang Lebaran. Kabupaten Kendal disebut sebagai salah satu titik lelah yang perlu diwaspadai. Sebagai antisipasi, pihaknya akan menyiagakan personel di rest area jalur Pantura dan jalan tol.
“Kami sudah antisipasi dengan menyiapkan pos pelayanan di jalan tol KM 389 dan 391 A jalur mudik. Di sana nanti ada tim urai patroli yang juga akan mengantisipasi ketika di waktu sahur dan waktu berbuka puasa ada pemudik yang menepi,” jelasnya.
Sementara itu, BMKG memprediksi curah hujan di Jawa Tengah masih berpotensi terjadi hingga Idulfitri meskipun puncak musim hujan telah terlewati.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, mengatakan hal ini dipicu oleh dinamika atmosfer dan beberapa bibit siklon yang bisa menyebabkan angin kencang bahkan puting beliung.
“Secara analisisnya sudah tidak hujan, tapi potensinya masih ada. Saat ini ada beberapa bibit Siklon yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin,” ungkapnya.
Menurut Giyarto, faktor peralihan musim dari hujan ke kemarau serta suhu muka laut yang masih hangat juga berkontribusi pada terjadinya hujan. Puncak musim hujan di Jawa Tengah sebenarnya terjadi pada Januari-Februari.
(*)














Komentar