Peringati Hari Laut Sedunia, Ratusan Relawan Bersihkan 155 Kilogram Sampah Laut di Nusa Penida

Hari Laut Sedunia 2026, Ratusan Relawan Bersihkan 155 Kilogram Sampah Laut di Nusa Penida

DENPASAR, Juranews.id – Lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan mengikuti aksi konservasi laut bertajuk From Shore to Sea: Nusa Penida Clean-Up Action di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida, Bali, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia dan Hari Segitiga Terumbu Karang.

 

Aksi bersih-bersih tersebut diinisiasi oleh Coral Triangle Center (CTC) dan 4ocean Foundation dengan dukungan Konsulat Jenderal Australia di Bali serta Mission Blue. Kegiatan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang dikoordinasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama berbagai mitra.

 

Peserta yang terdiri atas pelajar, masyarakat lokal, pelaku pariwisata, operator selam, organisasi lingkungan, hingga instansi pemerintah terlibat dalam upaya membersihkan sampah dari kawasan pesisir, permukaan laut, hingga dasar laut.

 

Hasilnya, sebanyak 155,47 kilogram sampah laut berhasil dikumpulkan. Sampah tersebut didominasi kemasan plastik sekali pakai, botol plastik, bungkus makanan, kantong plastik, limbah aktivitas perikanan, serta berbagai jenis sampah campuran lainnya yang banyak ditemukan di wilayah pesisir dan laut.

 

Bersihkan Sampah dari Pantai hingga Dasar Laut

 

Berbeda dengan kegiatan bersih pantai pada umumnya, aksi ini mengusung pendekatan terintegrasi yang menjangkau tiga ekosistem yang saling terhubung, yakni pesisir, laut permukaan, dan bawah laut.

 

Lebih dari 100 generasi muda terlibat dalam aksi pembersihan pantai bersama masyarakat dan pelaku wisata. Sementara itu, tim 4ocean Foundation mengerahkan sejumlah kapal untuk mengumpulkan sampah terapung di perairan sekitar Nusa Penida.

 

Di bawah laut, sekitar 22 penyelam dari operator selam dan komunitas penyelam lokal melakukan pembersihan sampah di area terumbu karang dan dasar laut yang menjadi habitat penting berbagai biota laut.

 

Direktur Eksekutif CTC, Rili Djohani, mengatakan Nusa Penida memiliki peran penting dalam konservasi laut global karena merupakan bagian dari Coral Triangle dan telah ditetapkan sebagai Mission Blue Hope Spot.

 

“Nusa Penida memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa dan penting bagi kesehatan laut dunia. Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi upaya kolaboratif yang menghubungkan konservasi pesisir, laut, dan bawah laut dengan edukasi serta keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

 

Edukasi Pengelolaan Sampah dan Perlindungan Laut

 

Selain aksi pembersihan, peserta juga mengikuti sesi edukasi interaktif mengenai dampak pencemaran plastik terhadap lingkungan laut, praktik pemilahan sampah yang benar, serta pentingnya menjaga keterhubungan ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

 

Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pelajar dan kelompok pemuda menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan pesan konservasi laut di sekolah maupun komunitas masing-masing.

 

Direktur Operasional 4ocean Foundation Bali, Andi Rachmansyah, menegaskan bahwa persoalan sampah laut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

 

“Sampah laut merupakan tantangan yang melampaui batas wilayah pesisir maupun batas administrasi. Dengan bekerja bersama masyarakat, kelompok pemuda, pemerintah, dan mitra konservasi, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi laut,” katanya.

 

Deklarasi Komitmen Kurangi Sampah Plastik

 

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan deklarasi Komitmen Menjaga Laut Kita yang difasilitasi KKP bersama para pemangku kepentingan.

 

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen pemerintah, masyarakat, generasi muda, pelaku usaha pariwisata, dan organisasi konservasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperbaiki pengelolaan sampah, serta menjaga kesehatan ekosistem laut Indonesia.

 

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris, mengatakan perlindungan laut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

“Perubahan yang berarti hanya dapat terwujud ketika pemerintah, masyarakat, institusi pendidikan, dunia usaha, dan organisasi konservasi bekerja bersama untuk melindungi laut serta memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, para pihak berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan pesisir dan laut yang lebih bersih di Nusa Penida sekaligus memperkuat kesadaran publik bahwa menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan ekosistem dan generasi masa depan.

 

(*)

Komentar