- JURANEWS.ID, JAKARTA – Sejumlah perusahaan teknologi global resmi membentuk aliansi bertajuk Trusted Tech Alliance sebagai upaya memperkuat kepercayaan, keamanan, dan transparansi dalam ekosistem digital global.
Aliansi ini diinisiasi oleh berbagai perusahaan besar lintas sektor teknologi, di antaranya Ericsson, Google Cloud, Microsoft, Nokia, hingga SAP.
President dan CEO Ericsson, Börje Ekholm, mengatakan bahwa kepercayaan dalam teknologi tidak dapat dibangun secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas industri.
“Kepercayaan dan keamanan hanya bisa dicapai melalui kerja sama. Karena itu, kami meluncurkan Trusted Tech Alliance sebagai inisiatif untuk menghadirkan praktik kepercayaan yang dapat dibuktikan di seluruh ekosistem digital,” ujarnya.
Senada dengan itu, Vice President Government Affairs dan Public Policy Google Cloud, Marcus Jadotte, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong pilihan, kepercayaan, dan kedaulatan teknologi bagi pelanggan melalui kendali teknis serta kemitraan lokal.
Aliansi ini juga mendapat dukungan dari berbagai perusahaan global lainnya seperti Hanwha Group, Jio Platforms, Nscale, NTT, Rapidus Corporation, serta Saab.
Vice Chair dan President Microsoft, Brad Smith, menekankan pentingnya kerja sama antarperusahaan yang memiliki visi serupa di tengah dinamika geopolitik global.
“Aliansi ini tidak berlandaskan pada asal negara penyedia teknologi, melainkan pada komitmen bersama terhadap pelanggan. Teknologi harus dapat aman, andal, dan dioperasikan secara bertanggung jawab di mana pun digunakan,” katanya.
Sementara itu, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyoroti meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI) yang mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang aman dan tangguh sejak tahap perancangan.
CEO Jio Platforms, Kiran Thomas, menambahkan bahwa aliansi ini bertujuan memperkuat standar bersama serta praktik teknologi yang dapat diverifikasi, guna membangun kepercayaan jangka panjang terhadap sistem konektivitas, cloud, dan AI.
Hal serupa disampaikan Founder dan CEO Nscale, Josh Payne, yang menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan data dan infrastruktur AI.
Di sisi lain, Executive Chairman NTT, Jun Sawada, menyebut bahwa diskusi yang inklusif dan beragam tetap menjadi kunci agar teknologi dapat diterima secara luas di masyarakat.
Dukungan juga datang dari CEO Rapidus Corporation, Atsuyoshi Koike, serta President dan CEO Saab, Micael Johansson, yang menilai kolaborasi global menjadi langkah penting dalam menciptakan infrastruktur digital yang aman dan andal.
Chief Financial Officer SAP, Dominik Asam, menambahkan bahwa kepercayaan harus dibangun secara konsisten melalui ekosistem terbuka, standar keamanan transparan, serta inovasi yang bertanggung jawab.
Melalui Trusted Tech Alliance, perusahaan-perusahaan tersebut berkomitmen untuk mendorong penerapan standar global yang tinggi, memperkuat keamanan digital, serta memastikan teknologi dapat berkembang secara inklusif, aman, dan berkelanjutan di tengah pesatnya transformasi digital dunia.
(*)













Komentar