Petani Kentang Pemalang Resah! Bibit Sulit Didapat Jelang Musim Tanam, Pemerintah Janji Turun TanganPetani Kentang Pemalang Resah! Bibit Sulit Didapat Jelang Musim Tanam, Pemerintah Janji Turun Tangan

Ketersediaan bibit menjadi persoalan utama petani kentang di wilayah selatan Pemalang. Pemerintah akan memetakan stok benih dan berkoordinasi dengan kementerian, industri, serta Kementerian Perdagangan.

JURANEWS.ID, PEMALANG – Petani kentang di wilayah selatan Kabupaten Pemalang tengah menghadapi persoalan serius menjelang musim tanam 2026. Ketersediaan bibit kentang yang belum jelas membuat petani khawatir tidak dapat segera memulai kegiatan budidaya.

Persoalan tersebut mencuat dalam dialog bersama Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widyastuti, di Pasar Sayur Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Selasa (1/9/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, mengatakan wilayah selatan Pemalang memiliki potensi besar di sektor hortikultura, terutama komoditas kentang.

Selain kentang, kawasan tersebut juga menghasilkan sejumlah komoditas lain seperti nanas, mangga dan pisang. Potensi perkebunan juga cukup besar, salah satunya kopi.

Namun, potensi tersebut masih menghadapi kendala pada sisi ketersediaan bibit.

Era menyampaikan, keterbatasan bibit kentang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani ketika memasuki musim tanam.

Pemerintah Kabupaten Pemalang, menurutnya, telah berupaya memfasilitasi kebutuhan bibit tersebut melalui Kementerian Pertanian.

“Harapan kami dari pemerintah daerah dan para petani di wilayah selatan, persoalan bibit kentang ini dapat difasilitasi dan dijembatani sehingga keresahan dan kekhawatiran petani dapat segera teratasi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim tanam kentang umumnya mulai berlangsung pada September hingga Oktober.

Petani pun membutuhkan kepastian sejak awal agar persiapan lahan dan sarana produksi yang telah dilakukan tidak sia-sia.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI, Widyastuti, mengatakan pemerintah terus mendorong pencapaian swasembada pangan sesuai arah kebijakan Presiden melalui Astacita.

Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya berfokus pada beras, jagung dan singkong, tetapi juga mencakup berbagai komoditas lain, termasuk hortikultura.

“Harapan itu yang ingin tetap bisa terjadi di semua lini komoditas. Saat ini benih itu jumlahnya ada berapa, di titik mana, lalu kualitasnya bagaimana, ini semua harus terpetakan lebih dulu,” kata Widyastuti.

Ia menegaskan, pemetaan diperlukan untuk mengetahui jumlah, lokasi dan kualitas benih yang tersedia.

Termasuk di dalamnya kebutuhan benih kentang yang digunakan untuk mendukung sektor industri.

Menindaklanjuti keluhan petani, Widyastuti menyatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian terkait bidang hortikultura.

Koordinasi juga akan melibatkan pelaku industri serta Kementerian Perdagangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan dan ketersediaan benih kentang sehingga persoalan yang dihadapi petani dapat segera ditindaklanjuti.

7.200 Petani Kemitraan Ikut Terdampak

Moderator dialog sekaligus Owner PT Agrobisnis Selaras Bersama, Gugum Gumilar, mengatakan tingginya antusiasme petani dalam dialog menunjukkan besarnya perhatian terhadap kepastian usaha tani kentang.

Terlebih, musim tanam 2026 sudah semakin dekat.

Menurut Gugum, petani dan kemitraan industri yang tersebar di Kabupaten Pemalang, Purbalingga, Tegal dan Brebes telah melakukan berbagai persiapan.

Mulai dari pembuatan bedengan, pemberian pupuk organik hingga persiapan pupuk telah dilakukan.

Namun, persoalan kepastian komoditas dan ketersediaan benih masih menjadi kekhawatiran.

“Untuk musim tanam 2026 yang biasanya memasuki September-Oktober sudah mulai tanam, sampai saat ini belum ada gambaran mereka mau menanam apa. Ini menjadi kekhawatiran masyarakat petani,” ujarnya.

Gugum menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya terdapat sekitar 7.200 petani kemitraan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan berkaitan dengan komoditas tersebut.

Salah satu petani dari Kelompok Tani Selaras 2 Desa Gombong, Sutarno, menyambut positif adanya dialog bersama pemerintah.

Menurutnya, persoalan benih merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus segera mendapatkan solusi.

“Kami sangat bahagia karena ini bisa membantu petani di wilayah selatan. Ternyata salah satu permasalahannya adalah benih. Mudah-mudahan dengan rapat ini bisa segera ditindaklanjuti dan dalam waktu singkat teratasi, sehingga kami nantinya bisa fokus untuk budi daya dan juga ke industri,” katanya.

Bagi petani, kepastian benih menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan budidaya dapat berjalan sesuai jadwal musim tanam.

Apalagi, persiapan lahan dan kebutuhan produksi disebut telah mulai dilakukan oleh para petani.

Usai dialog, Kemenko Pangan RI juga menyerahkan bantuan pangan berupa sembako kepada para petani kentang di wilayah selatan Kabupaten Pemalang yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kini, petani masih menunggu tindak lanjut pemerintah terkait pemetaan dan penyediaan benih kentang agar musim tanam 2026 dapat berjalan tanpa terkendala persoalan bibit.

(*)

Komentar

News Feed