JURANEWS.ID, KENDAL – Polres Kendal terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi tawuran yang mungkin terjadi pada malam-malam Ramadan, terutama pada akhir pekan yang biasanya diidentikkan dengan aktivitas ngangklang maupun perang sarung.
Ngangklang sendiri merupakan kegiatan tradisional membangunkan warga untuk sahur di bulan Ramadan, yang dilakukan dengan menggunakan alat musik tradisional seperti kentongan, angklung, dan panci. Namun, aktivitas ini dinilai memiliki potensi gesekan yang dapat memicu terjadinya tawuran.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar menyampaikan bahwa sejumlah titik rawan telah menjadi fokus pantauan guna mencegah gangguan Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Kamtibmas), termasuk aksi kelompok pemuda dan potensi tawuran.
“Sejumlah titik rawan kami pantau guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas, termasuk aksi kelompok pemuda dan potensi tawuran,” ujarnya pada Selasa (24/2/2026).
Kapolres menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk tim patroli Unit Kecil Lengkap (UKL) yang disiagakan menjelang malam libur akhir pekan. Pembentukan tim ini merupakan bagian dari operasi cipta kondisi dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami juga sudah siaga yang ditingkatkan setiap malam libur, ada tim khusus yang berkeliling untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.
Di sisi lain, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban wilayah merupakan tugas bersama. Ia juga meminta peran aktif dari tokoh masyarakat dengan mengutamakan pendekatan persuasif.
“Pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan pemuda perlu dilakukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Selain fokus mencegah potensi tawuran di momen Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kendal juga memberikan perhatian khusus terhadap pengawasan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) serta Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mencegah lonjakan harga dan antrean di SPBU.
Pemerintah Kabupaten Kendal akan melakukan monitoring berkala serta menggelar gerakan pangan murah. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
(*)














Komentar