PSIS Gagal Raih Poin di Kudus, Coach Ega Soroti Kedisiplinan Pemain dan Evaluasi Pertahanan

Pelatih Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Para Suporter

JURANEWS.ID, KUDUS – PSIS Semarang kembali gagal meraih hasil maksimal dalam laga tandang melawan tuan rumah Persiku Kudus, Selasa (11/11/2025).

Dalam pertandingan yang berakhir skor 3-0, tim Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan lawan setelah kebobolan lewat proses yang berulang dari laga-laga sebelumnya.

Pelatih PSIS, Coach Ega, menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang telah datang jauh-jauh dari Semarang untuk memberikan dukungan langsung.

Ia mengakui bahwa hasil pertandingan kali ini belum sesuai harapan.

“Kami mohon maaf kepada suporter PSIS yang sudah hadir ke Kudus. Hasil ini tentu mengecewakan karena kami belum bisa memuaskan semua pihak,” ujar Coach Ega dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut Ega, timnya sejatinya mampu mengontrol jalannya laga di babak pertama sesuai dengan rencana permainan.

Namun, kesalahan mendasar di lini belakang kembali menjadi masalah utama yang berujung pada kebobolan.

“Kecerobohan pemain belakang kembali terjadi. Ada pelanggaran dan antisipasi yang buruk terhadap crossing. Ini sudah tiga pertandingan berturut-turut — mulai dari melawan Lamongan, Kendal, dan sekarang — kami kebobolan dengan pola yang sama,” jelasnya.

Ega menegaskan bahwa masalah antisipasi umpan silang atau crossing menjadi fokus utama evaluasi tim.

Meski telah dibenahi dalam sesi latihan sebelumnya, disiplin pemain yang belum maksimal membuat kesalahan serupa terus terulang.

Selain menyoroti aspek teknis, pelatih PSIS juga menyinggung rencana perbaikan tim menjelang jendela transfer.

Ia menyerahkan keputusan kepada manajemen terkait kebutuhan menambah pemain baru untuk memperkuat skuad.

“Evaluasi tetap dilakukan. Kami akan menyerahkan kebijakan transfer kepada manajemen, tapi yang pasti kami harus menambah pemain agar bisa bangkit di sisa musim ini,” tambahnya.

Ega berharap kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi para pemain agar lebih fokus dan disiplin dalam laga-laga berikutnya.

Ia menegaskan bahwa PSIS bertekad untuk memperbaiki performa dan mengembalikan kepercayaan para pendukung.

“Ke depan, tentu kami akan berbenah dan tampil lebih maksimal lagi. Kesalahan yang sama tidak boleh terulang, dan kami ingin bangkit untuk memberikan hasil terbaik bagi suporter,” tutupnya.

Dengan hasil ini, PSIS akan menjadikan laga berikutnya sebagai momentum kebangkitan sekaligus ajang pembuktian bahwa mereka mampu kembali bersaing di kompetisi.

(*)

Komentar