SEMARANG, JURANEWS.ID – PSIS Semarang harus menelan kekalahan menyakitkan di hadapan pendukungnya sendiri setelah dibungkam Persiraja Banda Aceh dengan skor 1-3 dalam lanjutan pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/10/2026) malam.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Laskar Mahesa Jenar yang sebelumnya belum terkalahkan dalam empat pertandingan awal musim. Sebaliknya, Persiraja justru berhasil meraih kemenangan perdana setelah mengawali kompetisi dengan hasil kurang memuaskan.
Persiraja langsung mengejutkan tuan rumah ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. M Risky berhasil membobol gawang PSIS dan membawa tim tamu unggul 1-0.
Tertinggal lebih dahulu, PSIS berusaha mengambil alih kendali permainan. Namun, upaya membangun serangan belum mampu menghasilkan gol balasan.
Persiraja bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-18 setelah Martin Chavez memanfaatkan kesalahan di lini belakang PSIS. Beruntung, kiper Rizky Darmawan mampu menggagalkan peluang tersebut.
Petaka bagi PSIS kembali datang pada menit ke-36. Rizky Darmawan menjatuhkan Muja Ilyas di kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.
Martin Chavez yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Persiraja pun unggul 2-0.
Menjelang turun minum, PSIS sempat mencetak gol melalui sontekan Amirul. Namun, gol tersebut dianulir setelah Ahmad Nufiandani dinilai melakukan pelanggaran terhadap Jayus Hariono.
Situasi PSIS semakin sulit setelah Ahmad Nufiandani menerima kartu merah menjelang akhir babak pertama. Mahesa Jenar harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Persiraja Tambah Gol, PSIS Kesulitan Mengejar
Memasuki babak kedua, PSIS mencoba bangkit dan meningkatkan tekanan. Namun, Persiraja tetap mampu memanfaatkan celah di pertahanan tuan rumah.
Pada menit ke-50, tendangan bebas Martin Chavez hampir menghasilkan gol ketiga. Bola hanya membentur tiang gawang PSIS.
Empat menit kemudian, PSIS memperoleh peluang melalui tendangan keras Jonathan Bustos. Namun, kiper Persiraja, I Gede Aditya, berhasil mengamankan bola.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, PSIS justru kembali kebobolan pada menit ke-57. Rangga Bolang sukses memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah dan mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Persiraja.
Tertinggal tiga gol dan bermain dengan 10 orang, PSIS menghadapi pekerjaan berat. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro terus mencoba membangun serangan, tetapi rapatnya pertahanan Persiraja membuat sejumlah upaya tuan rumah belum membuahkan hasil.
Gol yang ditunggu-tunggu pendukung PSIS akhirnya tercipta pada menit ke-88. Hari Nur Yulianto berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.
Tambahan waktu delapan menit memberikan kesempatan bagi PSIS untuk kembali menekan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Persiraja sempat kembali menjebol gawang PSIS melalui Traore pada menit ke-90+6. Akan tetapi, gol tersebut dianulir karena offside.
Kekalahan ini menjadi catatan serius bagi PSIS, terutama terkait konsistensi lini pertahanan dan kedisiplinan pemain. Tiga gol yang bersarang di gawang sendiri serta kartu merah yang diterima Nufiandani membuat perjuangan tuan rumah semakin berat.
Padahal, PSIS datang ke pertandingan dengan modal positif setelah melewati empat laga sebelumnya tanpa kekalahan. Namun, menghadapi Persiraja yang belum meraih kemenangan pada awal musim, Mahesa Jenar justru gagal mengamankan poin di kandang sendiri.
Hasil ini sekaligus menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Persiraja di bawah pelatih Muhammad Ridwan, yang dulu pernah menjadi pemain PSIS Semarang.
Meski kalah, PSIS masih menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin. Namun, posisi tersebut berpotensi berubah bergantung pada hasil pertandingan tim pesaing.
Bagi PSIS, kekalahan di Jatidiri harus menjadi bahan evaluasi sebelum menjalani laga berikutnya. Perbaikan pertahanan, efektivitas serangan, dan kedisiplinan pemain menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan jika Mahesa Jenar ingin kembali ke jalur kemenangan.
Kegagalan meraih poin di kandang sendiri menjadi pengingat bahwa konsistensi tetap menjadi kunci dalam persaingan Pegadaian Championship musim 2026/2027.
(*)










Komentar