JURANEWS.ID, SEMARANG – Persaingan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) kian ketat seiring meningkatnya jumlah calon mahasiswa setiap tahun. Kondisi ini menuntut PTS untuk tidak hanya bersaing dari sisi jumlah mahasiswa, tetapi juga kualitas pendidikan dan keunggulan khusus yang dimiliki.
Rektor Universitas BPD Jateng, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, mengatakan PTS harus mampu menunjukkan diferensiasi agar tetap diminati masyarakat di tengah dominasi PTN.
“PTN itu punya kuota penerimaan yang jelas. Tapi persaingan tetap ada dengan PTS. Karena itu yang terpenting bagaimana kita meningkatkan kualitas dan punya kekhususan,” ujarnya di sela wisuda periode I tahun 2026.
Pada wisuda tersebut, Universitas BPD Jateng meluluskan 222 wisudawan yang terdiri dari Magister Manajemen 78 orang, Akuntansi 56 orang, dan Manajemen 88 orang.
Menurut Sri Tutie, meningkatnya jumlah pendaftar menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PTS terus tumbuh. Bahkan, kampus kini sudah bisa melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa yang mendaftar.
“Kalau calon mahasiswa sudah banyak, artinya masyarakat sudah memandang kampus ini. Kita juga harus terus tampil dan memperkenalkan diri,” katanya.
Ia menegaskan, strategi utama menghadapi persaingan ialah memperkuat identitas kampus. Universitas BPD Jateng, misalnya, menonjolkan bidang perbankan dan keuangan sebagai ciri khas utama.
“Kalau kita tidak berani menyampaikan keunggulan, orang tidak akan tahu. Harus ada kekhasan, kekhususan, dan keahlian,” tegasnya.
Selain itu, universitas juga memperluas kerja sama nasional maupun internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas wawasan mahasiswa.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menjaga kesesuaian antara kurikulum dan kebutuhan industri melalui konsep link and match. Kampus juga terus melakukan riset pasar untuk membuka program studi baru yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Saat ini, Program Studi Manajemen menjadi jurusan yang paling diminati calon mahasiswa. Namun demikian, pengembangan program studi lain tetap dilakukan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Universitas BPD Jateng menargetkan penerimaan sekitar 670 mahasiswa baru.
Sementara itu, dukungan dunia industri dinilai turut memperkuat daya saing lulusan PTS. Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, mengatakan lulusan Universitas BPD Jateng telah banyak berkiprah di dunia kerja.
“Lulusan BPD ini sudah banyak di kami, sekitar 383 orang, dan sudah menempati posisi strategis, mulai dari kepala divisi hingga pimpinan cabang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kampus dan industri akan terus diperkuat untuk menyiapkan talenta siap kerja, baik di sektor perbankan maupun bidang usaha lainnya.
“Setiap tahun ada sekitar 10 sampai 20 lulusan dari Universitas BPD yang bisa terserap. Nanti setelah masuk juga kami bekali lagi untuk pengembangan karier ke depan,” katanya.
(*)














Komentar