JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui hilirisasi riset dan inovasi kampus dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu (20/5/2026).
Hal tersebut disampaikan Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. saat memimpin upacara Harkitnas di Lapangan Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang.
Dalam amanatnya, Rektor mengajak seluruh civitas academica membangun optimisme bangsa melalui karya nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri nasional.
Mengacu pada sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Prof. Suharnomo menyebut tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, memiliki relevansi kuat dengan tantangan zaman saat ini.
Menurutnya, perjuangan bangsa kini tidak lagi hanya soal kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut penguasaan teknologi, transformasi digital, serta kemandirian ilmu pengetahuan.
“Kita ingin kampus ini memberikan semangat optimisme bagi bangsa ini. Kita ingin laman-laman media sosial penuh dengan optimisme kita sebagai anak bangsa,” ujar Prof. Suharnomo.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang aplikatif.
Salah satu contoh konkret yang disampaikan ialah kerja sama riset antara UNDIP dan PT Symmex Medical Indonesia dalam pengembangan produk substitusi tulang (bone scaffold) berbahan dasar kerang hijau.
Kolaborasi yang melibatkan tim peneliti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik UNDIP itu ditargetkan mampu menghasilkan produk kesehatan berkualitas tinggi dengan harga lebih terjangkau dibanding produk impor.
“Kalau ini sukses, kita akan memiliki role model. Ini contoh optimisme yang bisa dikembangkan di kampus, bahwa bangsa ini adalah bangsa besar, dan optimisme itu dimulai dari hal-hal kecil, dari pertanyaan sederhana: ‘Kenapa kita tidak bisa membuatnya sendiri?’,” ungkapnya.
Selain bone scaffold, UNDIP juga menargetkan sedikitnya empat produk inovasi kampus dapat memasuki pasar hingga akhir tahun 2026. Produk tersebut meliputi teknologi water treatment dan sejumlah hasil riset lain yang dinilai potensial mendukung penguatan industri nasional.
Menurut Rektor, keberhasilan hilirisasi riset menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi mampu berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Prof. Suharnomo juga mengajak dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk terus mengembangkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Dengan dukungan 135 profesor serta capaian UNDIP sebagai perguruan tinggi dengan jumlah paten sederhana terbanyak di Indonesia, ia optimistis kampus mampu melahirkan lebih banyak karya inovatif.
“Kalaupun kita pesimis 10 persen dari 135 profesor ini menghasilkan karya yang benar-benar bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan masyarakat, itu pun sudah menjadi sesuatu yang dahsyat dan luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut mengumumkan bahwa UNDIP resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Penunjukan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas UNDIP dalam mendorong prestasi, inovasi, dan pengembangan talenta mahasiswa di tingkat nasional.
Menutup amanatnya, Prof. Suharnomo menekankan bahwa makna kebangkitan nasional bagi civitas academica adalah keberanian untuk terus menghadirkan solusi bagi bangsa melalui riset, inovasi, dan kolaborasi.
“UNDIP akan terus menjadi kampus yang bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat serta berkontribusi nyata mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
(*)







Komentar