SIMFONI PPA Versi 3 Mulai Dioptimalkan di Pemalang, Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Diperkuat

Dinsos KBPP Pemalang melatih petugas mengoptimalkan SIMFONI PPA Versi 3, dari pencatatan aduan hingga sinkronisasi dengan SAPA 129.

PEMALANG, JURANEWS.ID – Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pemalang terus diperkuat. Salah satunya melalui optimalisasi SIMFONI PPA Versi 3 yang kini menjadi bagian penting dalam pencatatan dan pelaporan kasus.

Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang menggelar Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus dan Pelaporan SIMFONI PPA Versi 3 di The Winner Premiere Hotel, Selasa (29/9/2026).

Pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan tata kelola pencatatan, pelaporan, sekaligus penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak agar lebih terstruktur dan terintegrasi.

Sekretaris Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan SIMFONI PPA versi terbaru.

Menurutnya, sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan setiap aduan secara lebih tertib, termasuk kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Pengelolaan data dan aduan yang dilakukan secara tertib diharapkan dapat mendukung transparansi sekaligus memberikan kepastian dalam proses layanan kepada masyarakat.

Pelatihan tidak hanya membahas aspek pencatatan, tetapi juga memberikan praktik penggunaan SIMFONI PPA Versi 3.

Peserta diperkenalkan dengan sejumlah tahapan dalam manajemen penanganan kasus, mulai dari pencatatan aduan awal, persetujuan klien, asesmen, penyusunan rencana layanan, pemantauan hingga penutupan kasus.

Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi data dengan platform nasional SAPA 129.

Dengan sistem tersebut, pencatatan penanganan kasus diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan terintegrasi antara tingkat kabupaten, provinsi hingga sistem nasional.

Selain praktik penggunaan aplikasi, materi pelatihan juga membahas berbagai aspek kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Materi disampaikan oleh dua narasumber dari UPTD PPA Provinsi Jawa Tengah dan Konselor PUSPAGA Pemalang.

Pembahasan mencakup akar masalah sosial, relasi kuasa, berbagai bentuk kekerasan hingga dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban.

Pemahaman tersebut dinilai penting bagi petugas yang terlibat dalam penanganan kasus agar proses layanan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan korban.

Kegiatan ini diikuti sejumlah unsur yang berkaitan langsung dengan layanan perlindungan perempuan dan anak.

Peserta berasal dari Bidang PPPA, UPTD PPA, Pekerja Sosial dan PUSPAGA.

Melalui pelatihan tersebut, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang berharap pengelolaan pengaduan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan semakin cepat, terstruktur, transparan dan terintegrasi dengan sistem di tingkat provinsi.

Optimalisasi SIMFONI PPA Versi 3 juga diharapkan dapat memperkuat kualitas data penanganan kasus sehingga setiap aduan dapat terdokumentasi dan ditindaklanjuti sesuai tahapan layanan yang berlaku.

(*)

Komentar