JURANEWS.ID, SEMARANG — Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Sebanyak enam proposal mahasiswa UNDIP berhasil lolos pendanaan nasional, menjadikan UNDIP sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah proposal terbanyak yang memperoleh pendanaan dalam program tersebut.
Pada ajang P2MW 2026, UNDIP mengirimkan 12 proposal unggulan yang terdiri atas enam proposal tahap awal dan enam proposal tahap bertumbuh. Seluruh proposal tersebut berasal dari berbagai bidang usaha, mulai dari makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif, jasa dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, hingga bisnis digital.
Proposal-proposal mahasiswa UNDIP tersebut bersaing dengan 3.005 proposal dari 570 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti berkembangnya kualitas inovasi, kreativitas, dan semangat kewirausahaan mahasiswa UNDIP dalam menghadirkan solusi berbasis usaha inovatif untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Adapun enam proposal mahasiswa UNDIP yang berhasil memperoleh pendanaan P2MW 2026 yakni Recyclink, platform digital hilirisasi limbah UMKM dengan sistem matching agent; GERMAN FEED, inovasi budidaya ulat Jerman berbasis pakan limbah makanan bergizi gratis; KlikPaham, kelas pelatihan literasi digital untuk mengurangi risiko kejahatan siber pada lansia; Aksa, jejaring sosial upskilling berbasis komunitas kreator; BioVermix, pupuk organik dan pakan nutrisi tinggi berbasis cacing; serta Soysu, minuman susu soya creamy tinggi protein anti langu.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan ekosistem kewirausahaan melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UNDIP yang menjadi wadah pembinaan strategis bagi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi menjadi produk dan usaha yang berdampak.
Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan dukungan berupa pendanaan dan pendampingan mulai dari penyusunan model bisnis, validasi pasar, penguatan inovasi, branding, hingga pengembangan usaha berkelanjutan. Skema tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan mahasiswa mengikuti kompetisi P2MW tingkat nasional.
Rektor Universitas Diponegoro menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa UNDIP tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu membuktikan mahasiswa UNDIP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas inovasi dan kepemimpinan dalam membangun kewirausahaan berbasis kebermanfaatan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNDIP mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Kami bangga karena semangat kewirausahaan mahasiswa terus tumbuh sejalan dengan visi UNDIP dalam mencetak lulusan yang complete, yaitu unggul secara intelektual, adaptif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut juga mencerminkan komitmen UNDIP dalam mewujudkan kampus yang “Bermartabat dan Bermanfaat” melalui penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan mahasiswa yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP menilai keberhasilan enam proposal tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam pembinaan mahasiswa.
“P2MW menjadi ruang strategis untuk mengembangkan talenta mahasiswa dalam bidang kewirausahaan. Keberhasilan enam proposal ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNDIP mampu bersaing di level nasional dengan ide usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.
UNDIP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya inovasi, kewirausahaan, dan hilirisasi gagasan mahasiswa melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan. Keberhasilan dalam P2MW 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi UNDIP sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan unggul, berdaya saing global, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(*)












Komentar