JURANEWS.ID, SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa Universitas Diponegoro berhasil meraih Juara 3 kategori Tari Tradisional dalam ajang National Folklore Festival 2026 yang digelar di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kompetisi yang diselenggarakan dua tahun sekali tersebut, tim UKM Kesenian Jawa UNDIP membawakan “Tari Ratna Dipanegara”, sebuah tari garapan yang mengangkat kisah Raden Ayu Rara Retnaningsih, istri Pangeran Diponegoro yang setia mendampingi perjuangan sang pahlawan hingga masa pengasingan.
Melalui tarian tersebut, sosok Rara Retnaningsih digambarkan sebagai perempuan yang lembut namun tangguh. Ia tidak hanya menjadi pendamping di tengah Perang Jawa, tetapi juga turut merasakan pahitnya perjuangan melawan kolonial Belanda bersama Pangeran Diponegoro.
Penampilan tari tersebut dibawakan oleh lima mahasiswa yang tergabung dalam UKM Kesenian Jawa UNDIP, yakni Elvaretha Anggun Syafa Aila dari Administrasi Bisnis angkatan 2024, Trihanum Alghaniyyu dari Bahasa Asing Terapan angkatan 2024, Fridarycha Anggia Putranti dari Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur angkatan 2025, Rashida Lara Sukarno dari Psikologi angkatan 2025, serta Wahyu Indah Sari dari Peternakan angkatan 2025.
Salah satu penari, Trihanum Alghaniyyu, mengatakan keikutsertaan dalam National Folklore Festival menjadi pengalaman berharga bagi tim karena memberikan banyak pelajaran selama proses persiapan hingga tampil di panggung.
“Lomba ini menjadi pengalaman seru dan berharga buat kami. Dari latihan sampai tampil di panggung, kami belajar kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan jadi lebih percaya diri,” ujarnya.
Ia berharap seni tari tradisional semakin dikenal di kalangan generasi muda dan lebih banyak anak muda yang tertarik untuk melestarikannya.
“Semoga tari tradisional makin dikenal dan makin banyak anak muda yang mau melestarikannya. Semoga tim kami tetap kompak, terus berkembang, dan di kesempatan berikutnya bisa tampil lebih maksimal,” tambahnya.
Keberhasilan tersebut diraih melalui proses latihan yang berlangsung selama berbulan-bulan. Selain para penari, dukungan tim nonpemain juga menjadi bagian penting dalam penyajian tari, mulai dari penggarapan iringan musik, koreografi, hingga perlengkapan penunjang pertunjukan.
(*)












Komentar