JURANEWS.ID, SEMARANG – Memasuki usia ke-10 atau satu dekade, Kantin Kebajikan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers dan influencer, untuk tidak hanya sekadar memberitakan, tetapi menerjemahkan semangat berbagi ke dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing.
Ajakan ini disampaikan oleh Founder Kantin Kebajikan, Agung Kurniawan, menjelang puncak perayaan yang digelar di Gedung Rasa Dharma, kawasan Pecinan, Semarang, Selasa (5/5/2026).
“Kami ingin mengundang insan pers dan influencer se-Kota Semarang untuk ikut mewartakan. Pesan kami sederhana: Ayo bergotong-royong membantu sesama yang sedang susah. Tidak harus datang ke Kantin Kebajikan, tapi lakukanlah hal baik yang berada di dalam lingkunganmu yang bisa kamu kontrol,” ujar Agung.
Momen spesial ini juga ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Nurani Sepiring Nasi”. Buku tersebut merekam jejak perjalanan, nilai-nilai, serta refleksi kemanusiaan yang telah dibangun selama sepuluh tahun terakhir.
Sejak berdiri, Kantin Kebajikan konsisten mengusung prinsip inklusif: siapa pun boleh makan, siapa pun boleh berbagi. Ruang ini menjadi titik temu berbagai kalangan tanpa sekat, menjaga martabat bagi yang menerima dan menumbuhkan empati bagi yang memberi.
Ketua Panitia HUT ke-10, Liliana Dirgo, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni. “Kebaikan tidak harus besar, tetapi harus dimulai. Dari hal kecil di sekitar kita, kepedulian bisa tumbuh dan memberi dampak nyata,” katanya.
Senada, Ketua Boen Hian Tong, Harjanto Halim, menilai Kantin Kebajikan telah bertransformasi menjadi gerakan sosial yang luar biasa. “Apa yang dilakukan di sini bukan hanya memberi makan, tetapi juga menjaga martabat dan harapan. Dari kesederhanaan, lahir kekuatan solidaritas yang nyata,” ujarnya.
Rangkaian acara puncak diawali dengan sambutan, prosesi potong tumpeng, hingga penyerahan simbolis buku “Nurani Sepiring Nasi” kepada para relawan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Acara ditutup dengan makan siang bersama yang memperkuat nuansa kekeluargaan.
Memasuki dekade kedua, Kantin Kebajikan berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan. Melalui perayaan ini, mereka ingin menegaskan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari satu piring nasi, satu tindakan kecil, dan niat tulus untuk saling membantu.
(*)







Komentar