VIDEO Bukan Sekadar Reuni, ALJIRO–SMANSA 2026 Tanam Baobab sebagai Simbol Warisan Lintas Generasi

Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 2026 menghadirkan sekitar 3.000 alumni dengan agenda penanaman pohon Baobab, forum isu sosial, revitalisasi sekolah, hingga pembahasan masa depan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSVDP9KQ4/

 

JURANEWS.ID, SEMARANG – Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang temu kangen para alumni. Mengusung tema “Beyond Nostalgia – From School to Nation”, rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 tersebut dirancang untuk meninggalkan warisan atau legacy bagi sekolah, masyarakat, dan generasi berikutnya.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah penanaman pohon Baobab (Adansonia digitata) di lingkungan SMA Negeri 1 Semarang. Pohon yang dikenal dengan sebutan The Tree of Life tersebut dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat tentang ketahanan, keberlanjutan, dan kehidupan lintas generasi.

Ketua Panitia Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76, Koeshartanto (Koes), Alumni Angkatan 1980, mengatakan konsep reuni tahun ini memang sengaja dikembangkan agar tidak berhenti pada nostalgia masa sekolah.

“Reuni ini kami desain bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi bagaimana alumni bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi sekolah, masyarakat, dan generasi berikutnya,” ujar Koes saat ditemui disela penanaman Pohon Baobab di SMA 1 Kota Semarang, Kamis (20/8).

Baobab dipilih karena keunikannya dan filosofinya sebagai Tree of Life, simbol ketahanan, keberlanjutan, dan kehidupan lintas generasi. Didatangkan khusus dari Kediri sebagai bagian dari Legacy Tree Movement. Penanaman ini juga menjadi bagian dari edukasi dan kepedulian lingkungan yang ingin diwariskan alumni kepada sekolah dan para siswa.

Menurutnya, Baobab memiliki karakter yang sangat relevan dengan pesan yang ingin dibangun dalam reuni akbar tersebut. Pohon ini dikenal mampu bertahan dalam lingkungan yang keras, memiliki umur sangat panjang, serta mampu menyimpan air dalam batangnya.

Karena itu, Baobab dipandang sebagai simbol resilience, sustainability, dan kehidupan lintas generasi.

“Baobab juga membawa pesan tentang resilience, sustainability, dan kehidupan lintas generasi,” katanya.

Penanaman pohon tersebut juga memiliki tujuan edukatif. Menurut Koes, sekolah tidak seharusnya hanya menjadi ruang pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat menjadi tempat siswa belajar langsung mengenai lingkungan dan keberlanjutan.

“Lingkungan sekolah juga harus menjadi living classroom—tempat anak-anak belajar langsung tentang alam, konservasi, keberlanjutan, dan tanggung jawab menjaga bumi,” jelasnya.

Program penanaman Baobab yang dilakukan pada rangkaian persiapan tersebut akan diperkenalkan secara resmi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bersama Gubernur Jawa Tengah, para alumni, pihak sekolah, serta mitra yang turut mendukung revitalisasi lingkungan SMA Negeri 1 Semarang.

Reuni 76 Angkatan, Diperkirakan 3.000 Alumni Hadir

Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 menjadi momentum besar karena melibatkan alumni lintas generasi. Panitia memperkirakan sekitar 3.000 alumni akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.

Kegiatan ini melibatkan alumni dari berbagai angkatan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan lintas generasi.

Koes menegaskan, persatuan dan persaudaraan antargenerasi menjadi salah satu legacy utama yang ingin diwariskan.

“Legacy kita bukan barang, bukan harta, tetapi persatuan. Persaudaraan kita, itu yang kami masukkan dalam tema Living Legacy,” ujarnya.

Selain program lingkungan, rangkaian acara juga dikemas dalam sejumlah agenda besar, mulai dari Youth & Social Issues Summit, heritage dan revitalisasi sekolah, penanaman pohon, Cultural Night, kegiatan alumni, UMKM, hingga Fun Run dan Fun Walk.

Tidak hanya bicara masa lalu, reuni ini juga membawa perhatian pada masa depan Indonesia. Salah satu agenda utamanya adalah Youth & Social Issues Summit yang mempertemukan generasi muda, alumni, akademisi, guru, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Forum tersebut akan membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, keberlanjutan lingkungan, hingga kesiapan menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Koes mengatakan hasil pembahasan tidak akan berhenti sebagai diskusi. Gagasan yang muncul akan dirumuskan menjadi National Policy Brief dan Youth Declaration sebagai bentuk kontribusi alumni dan generasi muda terhadap masa depan bangsa.

Salah satu gagasan yang didorong antara lain penguatan pendidikan berbasis industri melalui konsep link and match, peningkatan literasi digital, serta upaya mengurangi kesenjangan ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Benang merahnya sama: reuni yang menghasilkan legacy,” tegas Koes.

Bagi panitia, pohon Baobab yang ditanam di lingkungan sekolah bukan sekadar tanaman penghijauan. Pohon tersebut diharapkan menjadi penanda sejarah bagi generasi yang akan datang.

Koes membayangkan puluhan tahun mendatang, ketika para alumni yang saat ini terlibat sudah tidak lagi berada di lingkungan sekolah, pohon tersebut tetap tumbuh dan menjadi saksi perjalanan generasi.

“Puluhan tahun dari sekarang, ketika pohon Baobab ini sudah tumbuh besar dan generasi kami mungkin sudah tidak ada di sini, anak-anak SMA 1 masih bisa melihatnya dan mengatakan, ‘Pohon ini ditanam oleh generasi sebelum kami, untuk generasi setelah mereka’,” tuturnya.

(*)

Komentar