VIDEO Dugaan Mafia Solar Subsidi, Dua Kendaraan Leluasa Bolak-balik Isi BBM di Sejumlah SPBU Semarang

Dua Kendaraan Diduga Bolak-balik Isi Solar Subsidi di Sejumlah SPBU, Pengawasan Dipertanyakan

KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDIO: https://vt.tiktok.com/ZSH1b7DXF/

 

JURANEWS.ID, SEMARANG – Di tengah gencarnya kampanye penghematan bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah, dugaan praktik mafia migas justru kembali mencuat di lapangan. Dua kendaraan diduga leluasa “mengangsu” solar subsidi dengan cara berulang kali mengisi BBM di sejumlah SPBU tanpa hambatan berarti.

 

Pantauan pada Jumat (27/3) menunjukkan sebuah mobil box bernomor polisi B 9645 BDA dan mobil pikap H 1827 VM melakukan pengisian solar lebih dari satu kali. Keduanya awalnya mengisi di SPBU kawasan BSB, lalu kembali terpantau mengisi solar di SPBU 44.501.13 Ngaliyan, Kota Semarang.

 

Pola yang digunakan terbilang sistematis. Kedua kendaraan bergerak beriringan dan berpindah-pindah SPBU untuk menghindari deteksi. Modus ini diduga kuat sebagai praktik “mengangsu”, yakni mengumpulkan solar subsidi dalam jumlah besar untuk kepentingan tertentu.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan distribusi BBM subsidi di lapangan. Pasalnya, praktik pengisian berulang di hari yang sama seharusnya dapat terdeteksi, baik oleh sistem maupun petugas SPBU.

 

Jika dugaan ini benar, maka tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati subsidi energi dari pemerintah.

 

Hingga kini belum ada tindakan atau keterangan resmi dari pihak terkait, baik pengelola SPBU maupun aparat berwenang. Minimnya respons ini semakin memperkuat kekhawatiran publik bahwa praktik serupa masih terjadi dan belum tersentuh penindakan tegas.

 

Masyarakat pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM subsidi, termasuk pengawasan di tingkat SPBU, agar praktik mafia migas tidak terus berulang dan merugikan negara.

 

(*)

Komentar