KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSVn255JV/
JURANEWS.ID, KENDAL – Insiden kecelakaan terjadi di area parkir pengelola wahana wisata The Full Nglimut, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Tiga pengunjung asal Gunungpati, Kota Semarang, dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Ketiga korban masing-masing Sukirman, Ratminingsih, dan Arjuna. Mereka merupakan satu keluarga yang datang menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan informasi dan rekaman CCTV di lokasi, insiden terjadi ketika sepeda motor korban hendak memasuki area parkir wahana.
Saat berada di akses masuk yang menanjak, sepeda motor tersebut diduga kehilangan keseimbangan setelah dihentikan atau diarahkan oleh petugas parkir bernama Sumanan.
Motor kemudian terjatuh ke area parkir yang posisinya berada lebih rendah dari jalan masuk.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka-luka.
Dua korban dewasa dilaporkan mengalami luka memar dan retak tulang. Sementara korban anak, Arjuna, mengalami luka pada bagian gigi.
Selain menyebabkan korban terluka, sepeda motor yang digunakan korban juga menimpa kendaraan lain yang sedang terparkir di lokasi.
Akibatnya, sepeda motor yang berada di area parkir tersebut mengalami kerusakan.
Manager The Full Nglimut, Yoga, menyampaikan pihak pengelola bersedia memberikan bantuan biaya pengobatan sebesar Rp1,6 juta untuk pemeriksaan dan penanganan awal korban.
Namun, menurut informasi yang diperoleh, pihak pengelola tidak bersedia menanggung biaya pemeriksaan atau kontrol lanjutan di luar bantuan tersebut.
Sementara terkait kendaraan yang mengalami kerusakan akibat tertimpa sepeda motor korban, pengelola menyatakan hanya dapat memberikan bantuan sebesar 50 persen dari total biaya kerusakan.
Pihak pengelola juga menyampaikan bahwa insiden tersebut tidak dapat diklaim melalui asuransi.
Pengelola Akui Perizinan Wahana Masih Berproses
Persoalan lain muncul ketika pengelola ditanya mengenai legalitas atau perizinan wahana wisata.
Manager The Full Nglimut, Yoga, mengakui bahwa perizinan wahana tersebut belum selesai dan masih dalam proses.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena insiden terjadi di area yang digunakan sebagai fasilitas pendukung kegiatan wisata.
Dalam konteks keselamatan wisatawan, aspek keamanan fasilitas dan pengelolaan area wisata menjadi hal penting yang perlu diperhatikan pengelola.
Insiden tersebut kini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan di akses masuk dan area parkir wahana wisata.
Apalagi, berdasarkan rekaman CCTV, akses menuju area parkir berada pada kondisi menanjak dan memiliki perbedaan ketinggian dengan area parkir di bawahnya.
Perlu dipastikan apakah desain akses, sistem pengaturan kendaraan, petugas parkir, hingga prosedur keselamatan di lokasi telah memenuhi standar yang berlaku.
(*)
















Komentar